Akibat Kelaparan 11 Orang Suku Anak Dalam Jambi Meninggal

Sabtu, 07 Maret 2015
ilustrasi Suku Anak Dalam Jambi. foto: istimewa

Lampung Centre – Kabar duka dari Jambi untuk anak negeri. Akibat kelaparan 11 Orang Rimba atau Suku Anak Dalam meninggal dunia dalam dua bulan terakhir. Diperkirakan jumlah ini akan terus bertambah jika tidak ada penanganan dari pemerintah setempat.
Korban meninggal akibat kelaparan ini terdapat empat anak-anak, berasal dari tiga kelompok Orang Rimba di bagian timur Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD). Yakni yaitu kelompok Terap yang dipimpin Tumenggung Marituha, Tumenggung Ngamal, dan kelompok Serenggam yang dipimpin Tumenggung Nyenong.
Keparan yang melanda membuat jatuh sakit dan daya tahan tubuh semakin menurun, akhirnya meninggal dunia. Koordinator Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warung Informasi Konservasi (Warsi), Sukmareni menyatakan, saat ini ada sekitar 150 orang lainnya yang menderita sakit, kemungkinan besar Tuberculosis (Tbc). “Mereka tersebar di beberapa tempat,” kata Sukmareni kepada wartawan di Jambi, Jumat (6/3/2015).
Sukmareni menegaskan, situasi ini sangat serius dan perlu penanganan segera untuk mengantisipasi bertambahnya korban. Ketersediaan sumber pangan maupun kondisi kesehatan mereka perlu menjadi perhatian berbagai pihak.

Ihwal kelaparan itu, kata Sukmareni, karena ketersediaan pangan dan air bersih yang hilang di hutan tempat mereka biasa bermukim. Orang rimba hidup masih dengan cara berburu dan meramu hasil hutan. Hutan yang semakin sempit membuat Orang Rimba tidak lagi melangun ke dalam hutan, namun ke pinggir-pinggir desa dan ladang masyarakat. “Misalnya salah satu sumber makanan mereka adalah durian. Di hutan pohon durian sudah tidak ada karena penebangan, sementara di pinggir desa pohon durian itu kan milik warga, tidak bisa diambil,” kata Sukmareni.
Selama proses mencari makanan itu, ada yang sakit. Pengobatan yang biasa mereka lakukan tidak lagi bisa dijalankan karena keterbatasan tanaman obat di lokasi baru, akhirnya meninggal. Sesuai dengan adat Orang Rimba, mereka akan kembali berpindah tempat setiap kali ada kematian.
Beberapa bulan terakhir ini, Orang Rimba setidaknya sudah berpindah ke 7 lokasi baru yang sebagian besar merupakan di pinggir desa dan juga perkebunan masyarakat di Kabupaten Sarolangun. Awalnya kelompok ini berada di Terap dan Serenggam, karena ada kematian mereka melangun ke wilayah Desa Olak Besar, kemudian Desa Baru, Desa Jernih, Sungai Selentik dan Sungai Telentam, keduanya di Desa Lubuk Jering, Simpang Picco Pauh dan kini di Sungai Kemang Desa Olak Besar. (wan/detik.com)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar