Gubernur Serahkan Bantuan Operasional Penyuluh Pertanian

Jumat, 07 Juli 2017
Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo menyerahkan bantuan operasional penyuluh pertanian kepada 1.800 penyuluh se-Lampung. Foto: Humas Pemprov
Lampung Centre – Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo menyerahkan bantuan operasional penyuluh pertanian kepada 1.800 penyuluh se-Lampung dalam acara Apel siaga petugas lapang pertanian (penyuluh, POPT, PBT) se-Lampung Tahun 2017.
Acara yang berlangsung di GOR Saburai, Enggal, Rabu (21/6/2017), mengambil tema, “Petani Maju, Lampung Sejahtera”. Bantuan yang diberikan sebesar Rp 250 ribu per bulan. Dalam sambutannya, gubernur, atas nama pemerintah provinsi Lampung sampai dengan hari ini, atas prestasi yang telah dicapai di bidang pertanian, perkebunan, kehutanan dan pertanian, mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya.
“Terutama buat bapak/ibu semua. Karena pada hari ini kita telah banyak menunjukkan capaian-capaian yang luar biasa. Bagi saya, anda-anda inilah yang menjadi garda terdepan dalam membantu petani, nelayan yang ada di provinsi Lampung,” ujar Ridho.
Produksi padi, terus Ridho, di Provinsi Lampung sejak tahun 2015  hingga 2016 meningkat yaitu 19,61% atau terealisasi sebesar 4,3 juta ton GKG. Meningkatnya produksi tersebut karena penambahan areal panen sejak hingga tahun 2014 hingga tahun 2016 dengan pertumbuhan rata-rata 10,8% per tahun.
“Sejalan dengan harga ubikayu menguntungkan berdampak terjadinya penurunan produksi jagung sejak tahun 2010 yaitu  2 juta ton pipilan kering menjadi 1,5 juta ton pipilan kering pada tahun 2015. Untuk mendukung  kebijakan  zero  impor jagung pada Tahun 2017,” sebut Ridho.
Maka, imbuh Ridho, tahun 2016 telah disalurkan bantuan pengembangan jagung seluas 99.070 ha serta gerakan penanaman jagung swadaya sehingga produksi jagung tahun 2016 mencapai 2,2 juta ton pipilan kering atau  meningkat cukup signifikan dibandingkan tahun 2015 sebesar 46,51%.
Dengan berbagai permasalahan dan kendala, sambung Ridho, maka upaya pencapaian target produksi padi dan jagung tahun 2017 dan tahun-tahun selanjutnya cukup berat.
“Namun demikian, Pemerintah Provinsi Lampung tetap optimis jika seluruh petugas lapang pertanian, perikanan dan kehutanan maju bersama di garis terdepan dengan    dukungan berbagai pihak baik Kementerian terkait serta pengawalan oleh TNI AD dan Perguruan Tinggi melalui pelaksanaan program/kegiatan baik melalui fasilitasi APBN, DAK, APBD maupun partisipasi seluruh stakeholders,” tegas Ridho.
Ridho menambahkan, upaya untuk dapat mempertahankan momentum peningkatan produksi yang telah dan akan dilakukan adalah mengoptimalkan pemanfaatan lahan dan air untuk meningkatkan areal dan penambahan frekuensi pertanaman antara lain, berupa: Pencetakan sawah baru. Rehab jaringan irigasi.
“Kemudian, Pompanisasi tahun 2015 sebanyak 374 unit dan tahun 2016: 442 unit. Pengembangan gadu model di Daerah Irigasi Sekampung System.  Selanjutnya juga akan mengoptimalkan pemanfaatan lahan untuk Padi Gogo Rancah (Gora),” beber Ridho.
 Selanjutnya, imbuh Ridho, mekanisasi pra tanam untuk memperpendek  waktu olah tanah pada tahun 2015 dan 2016 melalui  bantuan traktor roda 2. Untuk meningkatkan produktivitas padi, terus Ridho, pemerintah menyalurkan bantuan benih padi tahun 2014-2015 pada areal rata-rata 212.360 ha per tahun. “Dalam upaya mengatasi permasalahan distribusi pupuk bersubsidi diterapkan sistem online pola billing system dengan Bank Lampung. Guna menekan tingkat kehilangan hasil dan percepatan panen pada tahun 2014. Sedangkan untuk perbaikan   mutu   produksi  gabah dan beras telah disalurkan bantuan vertical dryer padi/jagung dan Rice Miling Unit (RMU),” tandas Pak Gubernur.  (Humasprov)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar