Kurir Togel Beromzet 1 Juta Perhari Dibekuk

Jumat, 28 Agustus 2015
contoh transaksi togel via celuller

KOTAAGUNG – Praktek judi toto gelap (togel) melaui layanan pesan singkat telepon seluler (ponsel) ternyata masih menjamur di Kabupaten Tanggamus. Terbukti, Satuan Reskrim (Satreskrim) Polres Tanggamus berhasil menangkap dua tersangka pelaku judi togel yang omzetnya mencapai Rp1 juta dalam sehari.

Kapolres Tanggamus AKBP Dedi Supriyadi, melalui Kasatreskrim AKP Samsuri menerangkan, terbongkarnya praktek judi togel ini bermula dari tertangkapnya tersangka berinisial Her (49), yang dibekuk di rumahnya di Blok 1 Pekon Banjarmanis, Kecamatan Gisting, Senin (24/8) sekitar pukul 21.00 WIB. Dari tangan Her, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 3 unit ponsel yang biasa digunakan untuk bertransaksi judi togel.

“Data SMS di dalam ketiga ponsel tersangka itulah yang menjadi bukti kuat, bahwa dia adalah pemain. Keterangan Her kami dalami, dan berkembanglah pada satu nama berinisial Bas. Keesokan harinya, kami langsung bergerak untuk memburu Bas,” ujar Samsuri, kemarin (27/8).

Berdasarkan keterangan dan petunjuk dari Her, polisi memburu Bas di rumahnya, di Pekon Umbulbuah, Kecamatan Kotaagung Timur. Bas ditangkap Selasa (25/8) siang tanpa perlawanan. Dari tangan tersangka kedua, petugas berhasil mengamankan 2 unit ponsel yang juga menjadi alat untuk judi togel.

“Cara kerjanya, mereka melayani konsumen melalui SMS dari satu ponsel ke ponsel lainnya. Penangkapan ini berdasarkan penyelidikan anggota di lapangan. Dalam satu hari, omzet mereka minimal Rp1 juta. Sementara ini keterangan dari para tersangka, mereka adalah pemain tunggal. Namun kami tidak serta-merta percaya,” tegas kasatreskrim.

Guna mendapatkan keterangan lebih dalam lagi, polisi akan secepatnya menghadirkan kaki-kaki (pengecer) dari para tersangka. Kehadiran mereka adalah untuk mengkonfrontir keterangan dari para tersangka yang sudah lebih dulu ditangkap. Menurut Samsuri, para pengecer punya peranan sendiri. Mereka menjual dua angka seharga Rp1.000/lembar. Aksi yang dilakukan Her dan Bas bisa dibilang cukup cerdik dan matang. Mereka sengaja memanfaatkan layanan SMS ponsel. Dengan tujuan bisa mengelabui polisi, sehingga tidak bisa tertangkap tangan. Dari keterangan Bas dan Her, mereka melakoni bisnis terlarang ini sudah selama enam bulan.

ā€¯Barang bukti (BB) yang berhasil kami sita dari dua tersangka, antara lain 4 unit ponsel Nokia, 1 unit ponsel Samsung, uang tunai hasil transaksi sebesar Rp161 ribu. Hanya sedikit, karena masih banyak kaki (pengecer) yang belum setor ke mereka. Sekali lagi kami tekankan untuk judi jenis apapun itu, akan kami berantas,” tutur Samsuri.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, Bas dan Her terancam dikenai Pasal 303 KUHP, dengan hukuman penjara maksimal 10 tahun. Samsuri beserta jajarannya berjanji, akan tetap melakukan pengembangan lagi, untuk mengungkap jaringan yang lebih besar. (No/LC)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar