Adik Bupati Tubabar Dituding Kendalikan Proyek Besar

Kamis, 20 Oktober 2016
Masa Aliansi GRPK, FORTAL, dan FOREL berunjuk rasa di Kejati Lampung. Foto: Iwan Kodrat

Lampung Centre –  Puluhan orang yang mengatasnamakan  dari kelompok Gerakan Radikal Pemberantasan Korupsi (GRPK), Forum Tim Analisis Lampung (Fortal) dan Forum Reformasi Lampung (Forel) mendatangi Kejaksaan Tinggi Lampung.Masa dari pegiat anti korupsi itu meminta Kejati Lampung mengusut adanya dugaan tindak pidana korupsi di sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat.

Koordinator lapangan Aliansi ini Sudirman Dewa mengatakan, Kejati Lampung diharap aktif mengusut adanya penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh oknum bernama Nadirsyah yang merupakan adik kandung Bupati Tulangbawang  Barat, Umar Ahmad.

Menurut Sudirman Dewa, Nadirsyah mengatur dan menentukan pemenang tender untuk sejumlah proyek besar di Dinas Pekerjaan Umum Tulangbawang Barat. Pihak rekanan diwajibkan memberi setoran 15-20 persen dari nilai pagu jika ingin memenangkan lelang proyek di dinas tersebut. Nadirsyah, menunjuk Sekretaris Dinas PU,  Rizal untuk mengumpulkan uang setoran dari pihak rekanan tersebut. “Akibatnya banyak proyek yang dikerjakan asal jadi. Kejati harus turun ke lapangan untuk melihat fakta sebenarnya,” tegas Sudirman Dewa kepada sejumlah awak media di depan Kantor Kejati Lampung, Kamis (20/10).

Selain mengatur proyek, lanjut Sudirman Dewa, adik kandung Bupati Tubabar ini mengerjakan sendiri sejumlah proyek besar di beberapa SKPD di antara Pekerjaan Penimbunan Jalan Stadion. Diduga kuat, pekerjaan banyak dilakukan tidak sesuai kontrak kerja. Beberapa material diambil dari lokasi pekerjaan. “Merasa orang kuat, oknum ini banyak mengerjakan proyek besar. “Pejabat di Tubabar tidak mungkin berani menegur karena takut dimutasi atau nonjob,” ujar Sudirman Dewa.

Sementara itu, Nadirsyah membantah apa yang dituduhkan oleh Aliansi pegiat anti korupsi tersebut. Nadir mempersilahkan untuk mengkroscek langsung di seluruh SKPD Pemkab Tulangbawang Barat. Nadirsyah menyatakan, banyak oknum yang menjual nama dirinya untuk mendapatkan proyek di Pemerintahan Kabupaten Tubabar. Meski diakui merasa keberatan namanya dimanfaatkan oleh sejumlah pihak, Nadirsyah tidak berupaya untuk menuntut secara hukum kepada orang-orang tersebut. Nadir juga mengaku siap untuk diperiksa oleh penegak hukum atas tuduhan itu. “Kita siap memberi klarifikasi kalau diperikas oleh pihak Kejati Lampung,” tegasnya. (Iwan Kodrat)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar