Aneh Tapi Nyata, Dana Kampanye Arinal-Nunik Lebih Hemat Dari Herman-Sutono

Senin, 25 Juni 2018

Bandarlampung (Lampung Centre) – Paslon Arinal Djunaidi – Chusnunia Chalim (Nunik) diduga menghalalkan segala cara dalam kontestasi Pilgub Lampung 2018. Selain dugaan money politik yang sudah laporkan masyarakat, paslon ini juga diduga memanipulasi Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK).

Dari data yang diterima oleh KPU, jumlah LPPDK palon Arinal-Nunik ini lebih kecil dari paslon nomor 2 Herman-Sutono. Padahal, Paslon Herman-Sutono merupakan paslon yang jarang menggelar hiburan mewah, sementara paslon Arinal-Nunik runtin menggelar kegiatan Wayang Kulit dan kampanye dengan menggundang artis dan penyanyi papan atas ibukota.

Selama masa kampanye pilgub, paslon yang diusung oleh PKB, Golkar, dan PAN ini selalu mengundang artis dan penyanyi kelas wahid seperti Via Vallen, Baby Zee, Hijau Daun dan Wali Band. Bahkan paslon ini menjadikan Ustad Solmed sebagai juru kampanye. Ini belum termasuk kampanye pertemuan tatap muka terbatas.

Namun dalam laporan LPPDK paslon nomor tiga hanya mengeluarkan dana sebesar Rp Rp9.084.992.771, angka tersebut lebih murah dari pasangan Herman-Sutono yang tidak mengelar konser akbar menghabiskan Rp9.844.900.000.

Komisioner KPU Provinsi Lampung Divisi Hukum M Tio Aliansyah, mengatakan kempat paslon melalui Liaison Officer (LO) telah menyerahkan LPPDK ke KPU.

“Tadi kami sudah menerima semua LPPDK 4 pasangan calon, dan keempat nya sudah lengkap laporannya,” kata Tio Aliansyah, di Kantor KPU Lampung, Minggu (24/6).

Menurutnya, yang pertama melaporkan yakni dari paslon nomor 2 Herman HN-Sutono sekitar pukul 13.30 Wib. Kemudian disusul paslon nomor 4 Mustafa-Ahmad Jajuli pukul 16.00, paslon nomor 3 Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim pukul 16.15 dan terakhir paslon nomor 1 Ridho Ficardo-Bachtiar Basri pukul 17.05.

Berdasarkan berita acara nomor 249 tahun 2018 tentang hasil penerimaan dan pengeluaran dana kampanye pada Pilgub Lampung tahun 2018, paslon 1 penerimaan dana kampanye Rp4.734.450.000 dan pengeluaran Rp4.636.841.700. Paslon 2 penerimaan dana kampanye Rp9.850.000.000 dan pengeluaran Rp9.844.900.000. Paslon 3 penerimaan dana kampanye Rp9.090.003.855 dan pengeluaran Rp9.084.992.771. Sementara paslon nomor 4 penerimaan dana kampanye Rp2.510.400.000 dan pengeluaran Rp2.510.598.000.

“Nanti ini kita tandatangani berita acara ini dengan Komisioner KPU yang lainnya. Kemudian besok Senin, (25/6) kita lanjutkan penyerahan ke Kantor Akuntan Publik (KAP). Satu rangkap untuk KPU RI, satu rangkap untuk KPU Lampung dan satu lagi untuk Kantor Akuntan Publik,” jelas mantan Ketua KPU Lampung Utara ini.

Sedangkan Komisioner Bawaslu Lampung Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Iskardo P Panggar mengatakan, pihaknya mengawasi ketepatan waktu penyerahan dari keempat paslon, kemudian nanti pihaknya akan menganalisis LPPDK apakah melebihi personal dan badan hukum, setelah itu mencermati hasil dari KAP.

“Tadi juga ada tim kita disini yang langsung mengawasi proses pelaporan LPPDK Paslon,” ungkapnya. (*)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar