Anggota Dewan Sebaiknya tak Maju Pilkada

Selasa, 24 Mei 2016
Anggota dewan tidur saat mengikuti sidang. Gambar Ilustrasi/Istimewa

Lampung Centre – Anggota DPR/DPRD sebaiknya tidak maju pemilihan kepala daerah (Pilkada).

Mengutip pernyataan Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), Masykurudin Hafidz di republika.co.id. pelaksanaan Pilkada sesungguhnya bukan hanya perebutan kekuasaan daerah semata. Dalam konteks konsolidasi demokrasi, Pilkada adalah sarana bagi partai politik untuk mendistribusikan kekuasaan kepada banyak pihak dan wahana bagi para kader partai politik untuk belajar mendapatkan simpati publik.

Melalui Pilkada, kata dia, partai politik dapat menggerakkan roda organisasi dan memperbanyak kader-kader partai untuk terlibat dalam peristiwa-peristiwa politik. Pilkada juga adalah peluang memperkuat partai dengan memberikan kesempatan kepada kader partai untuk mengikuti seleksi kepemimpinan daerah.

Pengalaman mengikuti seleksi kepala daerah memberikan harapan baru bagi masyarakat dan semakin membuka peluang banyak pihak untuk berkontribusi menjadi pemimpin lokal. “Dengan begitu, secara sistemik partai menjadi ladang bagi kader-kader dengan pengalaman seleksi kepemimpinan yang handal,” kata dia, Senin (23/5)

Oleh karena itu, kewajiban mundurnya anggota dewan bukan hanya dimaksudkan untuk menghindari penyalahgunaan kewenangan dan fasilitas negara serta menghindari kecaman rakyat bahwa Pilkada hanya menjadi ajang coba-coba. Tetapi yang jauh lebih penting adalah demi penguatan partai politik itu sendiri. “Yaitu bagaimana partai politik dapat membagi kesempatan untuk meraih kekuasaan untuk menjadi pejabat publik dengan melibatkan semakin banyak kader,” ujarnya. Dengan demikian, penguatan partai politik akan berjalan. (Red/LC)

 

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar