Bawaslu Didesak Bentuk Dewan Etik Untuk Rakata Institute

Kamis, 19 April 2018

Bandarlampung (Lampung Centre) – Jaringan Aspirasi Pemuda Republik Indonesia (JAPRI) Lampung melengkapi laporan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) atas dugaan direktur eksekutif Rakata Institute Eko Kuswanto yang bersatus Aparatur Sipil Negara (ASN) terlibat dalam politik praktis dengan mengeluarkan hasil survei calon gubernur – wakil gubernur periode 2019-2024.

“Hari ini, Kita (Japri) kembali mendatangi kantor Bawaslu Lampung untuk melengkapi laporannya,” kata Ketua JAPRI Lampung Hermawan, Kamis (19/4).

Pihaknya telah melengkapi kekurangan berkas pelaporan beberapa waktu lalu dengan menyerahkan bukti-bukti yang disampaikan berupa rilis hasil survey  Rakata Institute melalui berita di media online dan sebagainya.

“Alhamdulillah Laporan tersebut diterima oleh staf hukum humas dan antar lembaga Bawaslu Lampung,” katanya.

Ia meminta agar Bawaslu Lampung segera memposes laporan tersebut  dengan membentuk dewan etik.

“Sama halnya seperti KPU yang telah membuat dewan etik atas laporan masyarakat,”ujarnya.

Sebelumnya, Jaringan Aspirasi Pemuda Republik Indonesia (JAPRI) Lampung kembali melaporkan Eko Kuswanto direktur lembaga survei ini ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) berstatus Aparatur Sipil Negara.

Ketua JAPRI Lampung Hermawan menyampaikan bahwa pelaporan ini merupakan buntut dari hasil survei direktur Rakata Institut di Wiseman Cafe Pahoman, Bandar Lampung Kamis (12/4).

Alasannya sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), Eko Kuswanto diduga terlibat dalam politik, dengan merilis survei yang diindikasi menguntungkan salah satu paslon.

“Dalam Undang-Undang No 5 Tahun 2014, tentang ASN dilarang keras terlibat dalam kegiatan politik. Sedangkan hasil rilis survei Rakata beberapa waktu lalu, kita nilai memihak kepada salah satu paslon,” kata pria yang akrab disapa Qiyai, Senin (16/4). (*/Red)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar