Bea Cukai Amankan Barang Ilegal dari Eropa

Rabu, 02 Maret 2016
Ilustrasi Barang Cukai Ilegal. Foto:Ist

Lampung Centre – Sejumlah barang ilegal berbagai jenis dari Eropa berhasil diamankan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean B Bandarlampung.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Bandarlampung, Beni Novri mengatakan, sejumlah barang tersebut dikirim melalui pos internasional dan operasi cukai. Temuan barang ilegal ini hasil penindakan barang impor dengan bekerja sama dengan pihak pos dan dari hasil deteksi pemindai X-ray. Di dalam kotak tersebut ditemukan alat yang mengandung unsur pornografi dan melanggar UU Nomor 44 Tahun 2008. “Sedikitnya ada 10 produk alat bantu seks yang ditemukan. Ditemukan juga bibit atau benih berjumlah 105 kantong, grape vine cutting tujuh batang, spray obat kuat satu botol serta empat potong perlengkapan air soft gun.

Beni juga menjelaskan pihaknya juga berhasil menyita barang kena cukai, yakni rokok dengan jumlah 7.040.000 batang yang tidak memiliki dokumen perijinan di Lintas Timur, Lampung Selatan, selama Oktober 2015-Februari 2016. Kemudian pada 24 Februari 2016 petugas kembali menemukan rokok dengan jumlah 6.974.880 batang dari hasil penindakan terhadap barang kena cukai di Lintas Timur, Lampung Selatan. Selanjutnya petugas juga menindak gudang 4.702 botol minuman keras di Lampung Timur. “Pengungkapan berawal dari penangkapan satu unit mobil Mitsubishi L-300 yang membawa barang kena cukai pada 5 Januari 2016 kemudian dikembangkan dan ditemukan gudang penyimpanan,” jelas Beni.

Menurut Beni, sehubungan Direktorat Jendral Bea dan Cukai yang berwenang menyelesaikan perkara di bidang kepabeanan dan cukai, maka Polres Lampung Selatan menyerahkan barang hasil penindakan tersebut ke Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean B Bandarlampung. “Kami akan terus bertindak tegas karena Lampung menjadi pintu masuk dan ke luar di Sumatera,” pungkasnya. (Ist/Red)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar