Begini Nasib Veteran di Lampung. Akibat Tak Bisa Bayar Listrik, PLN Laporkan Kantor Veteran Lampung ke Kejaksaan

Senin, 30 Mei 2016
Para Veteran sedang mengikuti upacara HUT Kemerdekaan RI . Foto:Istimewa

Lampung Centre – Nasib para pejuang kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang tergabung dalam Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Provinsi Lampung benar-benar memprihatinkan.

Akibat tidak memiliki dana untuk melunasi tunggakan listrik ke PLN, organisasi para pejuang kemerdekaan itu harus rela berurusan dengan hukum.

General Manager (GM) PT PLN (Persero) Distribusi Lampung Area Tanjungkarang melaporkan kantor LVRI Provinsi Lampung yang beralamat di Jalan Sriwijaya ke Kejaksaan Negeri Bandarlampung karena menunggak tagihan rekening listrik sejak Januari 2015-2016 sebesar Rp 31,956,548.

Dalam hal ini, PT PLN memberi kuasa kepada Kasidatun Kejari Bandarlampung, Rita Susanti selaku pengacara negara guna membantu permasalahan tunggakan listrik tersebut.

Atas nama Kepala Kejari Bandarlampung, Rita Susanti melayangkan surat bernomor B-01/N.8.10/Gph.1/05/2016 yang isinya meminta pihak LVRI Provinsi Lampung hadir ke Kejari untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Ketika dikonfirmasi apakah tidak ada jalan lain harus menempuh jalur hukum untuk menagih tunggakan listrik kantor para pejuang tersebut, GM PT PLN Lampung Irwansyah hanya mengatakan, akan terlebih dahulu dikoordinasikan. Irwansyah tidak menyebut dengan siapa ia berkoordinasi untuk hal ini. “Mohon ijin akan saya koordinasikan,” kata Irwansyah melalui pesan singkat (SMS).

Di tempat terpisah, Ketua Legiun Veteran Provinsi Lampung, Letnan Kolonel (Purn) HM., Joesoef menyesalkan langkah yang ditempuh PLN Lampung. Menurutnya, cara yang ditempuh oleh PLN seolah-olah menghadapi kelompok atau organisasi kriminal. Padahal, Legiun Veteran adalah organisasi para pejuang kemerdekaan RI yang dibentuk pemerintah. Petugas pencatat rekening PLN juga tidak melaksanakan tugas sebagaimana mestinya. Mereka main catat semaunya tanpa mengkroscek langsung ke meteren yang ada di kantor LVRI di seputaran lapangan Enggal. “Kami ini bukan kelompok maling. Kenapa PLN berlaku seperti itu. PLN pernah mengakui kalau mereka hanya main catat-catat saja makanya tau-tau tagihan kami membengkak,” ujar Joesoef.

Joesoef mengaku saat ini LVRI Lampung sedang mengalami kesulitan anggaran untuk menunjang operasional oragnisasi. Meski begitu, ia bersama anggota veteran lainnya akan menyelesaikan tunggakan listrik tersebut. “Kami akan mengirimkan surat untuk meminta keringanan ke PLN. Kami akan bayar tapi mungkin dengan cara dicicil,” ujar Joesoef. (Iwan Kodrat)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar