Belasan Warga Australia Akan Dieksekusi. Lebih Dari 50 Persen Masyarakat Setuju!!!

Kamis, 19 Februari 2015
Ilustrasi Eksekusi Hukuman Mati. Gambar: edukasi.kompasiana.com

Lampung Centre – Duabelas warga Australia kemungkinan akan menghadapi eksekusi hukuman mati di luar negeri. Jumlah ini jauh lebih banyak dari yang diketahui sebelumnya. Kendati demikian, berdasarkan hasil survei khusus Morgan Poll melalui pesan singkat (SMS) lebih dari setengah masyarakat Negri Kangguru setuju terpidana mati penyelundupan narkoba di negara lain harus dieksekusi.

The Sydney Morning Herald yang dikutip Antaranews.com, Kamis (19/2), menyebutkan jumlah itu luar tiga warga Australia yang telah ditetapkan sebagai terpidana hukuman mati, yaitu Pham Trung Dung di Vietnam, serta Myuran Sukumaran dan Andrew Chan di Bali. Bahkan, Sukumaran dan Chan bisa saja dieksekusi dalam beberapa minggu lagi, setelah juru bicara dari Jaksa Agung H.M. Prasetyo mengatakan judicial review yang baru diajukan tidak akan menghentikan eksekusi mereka.

Karena, dua orang ini diduga kuat merupakan otak di balik penyelundupan heroin “Bali Nine” ke Indonesia setelah lepas dari Kepolisian Federal Australia pada 2005 silam. Fairfax telah mempelajari bahwa 12 warga Australia lainnya juga telah ditahan karena pelanggaran serius atau didakwa dengan kejahatan yang menyebabkan hukuman mati.

Departemen Luar Negeri menolak untuk memberikan rincian tentang kasus-kasus tersebut. Namun, yang dapat dipahami adalah sebagian besar kasus tersebut, walaupun tidak semua, merupakan perdagangan narkoba di kawasan Asia. Dari jumlah warga Australia yang didakwa hukuman mati, terdapat dua kasus yang berada dalam keadaan sulit. Mereka adalah Peter Gardnier yang tertangkap membawa 30 kilogram shabu di Tiongkok, dan Maria Elvira Exposto (51) yang kedapatan membawa 1,5 kilogram obat terlarang di Malaysia. “Sebagai hal yang berkaitan dengan kebijakan, kami tidak mengungkapkan nama-nama atau lokasi mereka,” kata juru bicara Deplu Australia.

Kendati jumlah warga Australia yang didakwa hukuman mati tidak sedikit, hasil survei khusus Morgan Poll melalui pesan singkat (SMS) menunjukkan, 52 persen warga Australia setuju terpidana mati penyelundupan narkoba di negara lain harus dieksekusi, sementara 48 persen lainnya mengatakan tidak setuju.

Hasil survei yang dilansir laman Roy Morgan Research, Kamis, survei SMS Morgan Poll ini melibatkan 2.123 warga Australia dalam rentang waktu 23 hingga 27 Januari 2015.

Analisis hasil melalui preferensi politik responden menunjukkan, para responden pemilih partai Liberal (63 persen suara) dan responden Nasional (69 persen) sangat mendukung eksekusi mati. Sebaliknya, responden ALP atau partai buruh (55 persen) dan Partai Hijau (68 persen) menentang eksekusi mati tersebut. Berdasarkan jenis kelamin, 60 persen pria mendukung hukuman mati sedangkan 54 persen wanita menolaknya.

Menurut usia, warga Australia di bawah 35 tahun menentang eksekusi mati. Mereka yang berusia 35-49 tahun mendukungnya. Survei ini juga menunjukkan tanggapan responden sesuai lokasi, di mana semua negara bagian Australia, kecuali Victoria, mendukung eksekusi mati.

Australia Barat menunjukkan dukungan tertinggi 62 persen, Tasmania (60 persen), Australia Selatan (55 persen), Queensland (53 persen), New South Wales (52 persen). Sementara Victoria menolak dengan angka 51 persen.

“Mayoritas (52 persen) responden mengatakan warga Australia yang dipidana mati karena perdagangan narkoba di negara lain harus dieksekusi,” kata Executive Chairman Roy Morgan Research Gary Morgan.

Survei ini juga menelusuri pendapat warga terhadap sikap pemerintah di mana 62 persen menyebut Pemerintah Australia tidak harus berbuat lebih banyak untuk menghentikan eksekusi mati Myuran Sukumaran dan Andrew Chan, dan 38 persen lainnya mengatakan sebaliknya. (*)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar