Berita Eksekusi Mati Tak Pengaruhi Terpidana Mati di Lampung

Selasa, 02 Agustus 2016
Lapas Kelas I Rajabasa, Bandarlampung. Foto: Ist

Lampung Centre – Berita eksekusi mati di Pulau Jawa pekan lalu tidak mempengaruhi kondisi kesehatan terpidana mati di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Rajabasa, Bandarlampung.

Keduanya yakni Leong Kim Ping alias Away (40) warga negara Malaysia yang dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Negeri (PN) Kalianda dengan perkara kepemilikan narkotika jenis sabu-sabu seberat 45 kilogram (kg), dan Enrizal alias Buyung (45), warga Bekasi, Jawa Barat, dengan perkara kurir 3,5 ton ganja.

Dua yang divonis mati pada 2012 lalu itu dalam kondisi sehat jasmani dan rohani. Petugas lapas berusaha agar berita eksekusi mati di Nusakambangan tidak memengaruhi keduanya.

Kepala Pengamanan Lapas Bandar Lampung, Muchtar menjelaskan, kedua terpidana itu saat ini berada dalam kondisi sehat. Keduanya juga tetap melakukan aktivitas keseharian bersama narapidana lain seperti berolahraga dan senam pagi.

“Mereka sehat-sehat saja. Belum pernah terdengar melanggar tata tertib di lapas. Aktivitas tetap berjalan seperti biasa. Kami usahakan untuk bersikap sewajarnya, tidak ada pengistimewaan,” katanya, Selasa (2/8/2016).

Namun, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, ia sudah menginstruksikan agar para petugas keamanan bersiap siaga. Karena dengan mencuatnya berita mengenai eksekusi empat terpidana mati di Jawa sudah jelas akan memengaruhi kedua terpidana mati yang ada di lapas tersebut.

“Informasi (eksekusi di Jawa) sudah pasti menyebar. Ini sudah pasti berpengaruh terhadap kondisi psikologi kedua terpidana tersebut. Saya sudah imbau agar siaga,” katanya. (*)

 

 

Sumber: Okezone

 

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar