Bertaruh Nyawa Melintasi Jalan Tergadai Bank Dunia

Rabu, 06 April 2016
gambar Jalan By Pass Soekarno-Hatta Bandarlampung. Foto Ilustrasi-IST

Lampung Centre – Sejumlah pengemudi kendaraan bermotor yang tinggal di seputaran Jalan By Pass Soekarno-Hatta Bandarlampung, mengeluhkan kerusakan di beberapa titik ruas jalan tersebut.

Muhamad Nur warga Kelurahan Kampung Baru Raya, Kecamatan Labuhan Ratu, Bandarlampung mengatakan, ia merasa was-was ketika melintasi Jalan By Pass Soekarno Hatta dari arah terminal Rajabasa menuju lampu merah Untung Suropati terutama di jembatan dekat Islamic Centre.

Apalagi, terusnya, melintas di jalan tersebut pada malam hari. Nur mengingatkan agar berhati-hati jika melintasi jalan by pass. Selain banyak lubang, jalan itu juga gelap gulita ketika malam hari, karena tidak ada lampu penerangan jalan. “Saya sangat was-was, seolah nyawa jadi taruhan lewat jalan itu. Apalagi kalau dengar anak atau kerabat yang masih di bawah umur bawa motor lewat sana. Banyak yang sudah meninggal kecelakaan di jalur itu,” ujar Nur, Rabu (6/4).

Nur menceritakan, banyak kecelakaan terjadi di Jalan By Pass Soekarno-Hatta Bandarlampung. Bahkan, kata dia, ada tetangga dekat rumahnya yang meninggal akibat kecelekaan di dekat Polsekta Kedaton. “Ibu itu membawa motor di tabrak truk bermuatan pasir,” jelasnya.

Diketahui ruas Jalan By Pass Soekarno-Hatta mulai dari bundaran Tugu Selamat Datang Bandarlampung sampai dengan pertigaan Panjang banyak mengalami kerusakan. Pembangunan jalan sepanjang 18,1 kilometer itu dikerjakan dalam dua paket, yakni paket A dan B. Paket A ruas Kalibalok-Panjang sepanjang 8,1 kilometer, sedang paket B ruas Tugu Raden Intan-Kalobalok. Dua kontraktor yakni  PT Conbloc Infratecno (CI) dan PT Duta Graha Indah (DGI) ditunjuk untuk mengerjakan proyek tersebut dari sumber dana pinjaman Bank Dunia.

PT CI melakukan pengerjaan mulai Rajabasa sampai Tirtayasa sejauh 10 Km dengan nilai proyek Rp133,4 miliar. Sementara pengerjaan PT DGI mulai dari Tirtayasa sampai Panjang sejauh 8,1 Km dengan nilai proyek Rp97,2 miliar. (Iwan Kodrat/Dbs)

 

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar