Biaya Sertifikat Lahan Kota Baru Rp 800 Juta

Senin, 23 Mei 2016
Lahan Kota Baru Lampung. Foto: Istimewa

Lampung Centre – Biro Perlengkapan dan Aset Daerah Sekretariat Provinsi Lampung rencananya, Juli 2016 mendatang akan membayar sertifikat lahan Kota Baru Jati Agung Lampung Selatan sebesar Rp 800 juta.

Kepala Bagian Pemanfaatan Biro Perlengkapan dan Aset Daerah, Provinsi Lampung,  Saprul Al Hadi mengatakan, pemprov telah mengajukan permohonan persyaratan sertifikat Kota Baru seluas 1.308 hektar ke Kanwil Badan Pertanahan Nasional Lampung. “Pemprov melakukan penertiban aset agar lahan di Kota Baru tidak bermasalah lagi dengan masyarakat setempat,” ujar Saprul, Senin (23/5).

Nantinya, kata Saprul, masyarakat tidak bisa lagi mengelola lahan Kota Baru.  Langkah ini diambil dikarenakan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup mengeluarkan surat keputusan (SK) yang isinya agar lahan Kota Baru tidak dialihfungsikan.  “Kalau sudah  disertifikatkan keinginan masyarakat untuk mengolah lahan disana tidak bisa kita setujui karena lahan sudah sah milik Pemprov Lampung,” imbuhnya.

Menurut Saprul, sebelum lahan tersebut digunakan untuk kepentingan pembangunan Pemprov Lampung, keberadaannya tidak telantar dan dalam posisi aman. Oleh karena itu, pemprov menggelar rapat untuk membentuk pengamanan dan pengelolaan lahan Kota Baru. Rapat menindaklanjuti Surat Keputusan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya tentang Aset Lahan Kota Baru masuk sebagai aset Pemprov Lampung. Saprul menyatakan, pemprov berjanji akan mencarikan solusi bagi para petani yang selama ini menggarap lahan tersebut. (Iwan Kodrat)

 

 

 

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar