BPK Didesak Audit Investigasi Pengadaan Sound Sistem Islamic Center Tubabar

Rabu, 09 November 2016
Gambar Ilustrasi. Sumber:Istimewa

Lampung Centre – Koalisi Anak Rakyat meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Lampung untuk melakukan audit investigasi Pengadaan Sound Sistem Islamic Center dan Gedung Sesat Agung tahun anggaran 2016 sebesar Rp 2, 4 miliar di Bagian Perlengkapan Setda Kabupaten Tulang Bawang Barat.

Koordinator Koalisi Anak Rakyat (Koar) Lampung Darwis mengatakan, pihaknya akan meminta secara resmi kepada BPK RI Perwakilan Lampung agar dlakukan audit investigasi pengadaan sound sistem tersebut. Menurut Darwis, pengadaan yang dimenangkan oleh CV. Batarakafi yang beralamatkan di jalan  Dr.Sutomo No.11/143 Sukamenanti, Kedaton, Bandar Lampung diduga sarat penyimpangan.

Darwis mengatakan, pejabat pengelola kegiatan tersebut diduga membuat harga satuan untuk barang-barang tersebut terlalu tinggi. Hal ini ada unsur kesengajaan untuk mengambil keuntungan pribadi dan golongan tertentu. “Kami akan serahkan dokumen dan data-data hasil penulusuran kami ke BPK RI Perwakilan sebagai bahan mereka untuk audit inestigasi,” kata Darwis, Rabu (09/11).

Darwis sebelumnya juga mengatakan, Berdasarkan rencana anggaran belanja (RAB) dalam dokumen pengadaan Nomor: 600/02/SBD/ULP/I.08/TUBABA/2016 Tanggal: 07 September 2016 untuk pekerjaan pengadaan Sound Sistem Islamic Centre dan Gedung Sesat Agung, Bagian Perlengkapan Setda Kabupaten Tulang Bawang mengalokasikan dana sebesar Rp 2, 4 miliar.

Akan tetapi, terus Darwis, berdasarkan RAB dan spesifikasi dalam dokumen tersebut, sejumlah barang yang dibeli dalam pengadaan sound sistem tersebut jauh lebih murah di pasaran. Harga tesebut setelah ditambah pajak dan keuntungan rekanan tidak mencapai miliaran rupiah.  “Kalau data kami salah, mana data mereka. Kita cek harga pasar sama-sama punya kami atau mereka yang benar,” tegas Darwis.

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Tulang Bawang Barat Paisol mengatakan secepatnya memanggil Bagian Perlengkapan Setda Kabupaten Tulang Bawang Barat. Menurut Paisol, pihaknya akan memeriksa secara rinci pengadaan sound sistem tersebut, sesuai atau tidak dengan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA).

Ia mengatakan, Bagian Perlengkapan Setda Kabupaten Tulang Bawang Barat diharap melaksanakan Pengadaan Sound Sistem Islamic Center dan Gedung Sesat Agung sesuai rencana awal dan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Menurutnya, Islamic Center dan Gedung Sesat Agung merupakan kebanggaan masyarakat Kabupaten Tulang Bawang Barat. Jangan sampai sound sistem yang dipakai untuk gedung tersebut adalah barang murahan atau imitasi. “Harus sesuai dengan rencana awal, barang yang dipakai asli. Jadi tahan sampai puluhan tahun,” tegasnya.

Kepala Bagian Perlengkapan Setda Kabupaten Tulang Bawang Barat, Apriansyah membantah apa yang ditudingkan Koar Lampung. Apriansyah mengatakan saat menentukan harga satuan pengadaan sound, pihaknya sudah melakukan survei harga pasar. Selaku kuasa pengguna anggaran (KPA), Apriansyah mengaku tidak berani melakukan penyimpangan wewenang jabatan apalagi sampai menyimpangkan anggaran. Terlebih, pengadaan barang dan jasa tersebut untuk digunakan keperluan masjid. “Ga lah, tidak mungkin bermain. Ini sensisitif, staf saya juga tidak mungkin. Apalagi Pak Bupati juga mengingatkan untuk bekerja sesuai aturan,” kata Apriansyah melalui sambungan teleponnya.

Apriansyah menyatakan siap untuk diperiksa dan diaudit penggunaan anggaran untuk Sound Sistem tersebut oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Bahkan ia juga siap diperiksa oleh aparat penegak hukum, jika nanti Koar Lampung mengadukan persoalan ini ke Kejati Lampung. “Kita siap diperiksa. Sekarang ini juga sedang diperiksa BPK,” katanya. (Iwan Kodrat)

 

 

 

 

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar