Kordinator PB NU Distribusikan Bantuan Jagung dan Alsintan ke Petani

Rabu, 25 April 2018
Ketua Bidang Ekonomi PBNU Koordinator Wilayah Lampung Umar Syah (kopiah hitam) tampak tengah melakukan penggarapan lahan. (Foto: ist)

Bandarlampung (Lampung Centre) – Para petani di Lampung akan mendapatkan bantuan bibit jagung untuk penanaman seluas 50 ribu hektare pada 2018 ini. Selain bantuan bibit,  juga akan mendapat bantuan mesin pertanian (Alsintan) dan peralatan paska panen.

“Bantuan pemerintah per hektare 15 kg bibit jagung. Total bantuan 2018 ini target 50 ribu hektare,” ujar Ketua Bidang Ekonomi PB NU Koordinator Wilayah Lampung Umar Syah, Rabu (25/4).

Untuk bulan ini, bantuan bibit jagung untuk 4.200 hektare sudah didistribusikan ke Pesawaran pada Jumat (20/4). Bantuan itu menurutnya diberikan untuk sekitar 4.200 petani.

Ia juga membagikan bantuan alsintan tracktor roda empat sebanyak lima unit. “Total bantuan untuk Pesawaran tahun ini target 10 ribu hektare dan tracktor roda 4 sebanyak 20 unit,” ujar pria asal Metro itu.

Selanjutnya, ia menerangkan pada Mei mendatang, bantuan bibit jagung untuk tanam 5.000 hektare juga akan dibagikan ke petani di Tulangbawang Barat. Kemudian pada Juni untuk Pringsewu seluas 5.000 hektare dan terus ke kabupaten lainnya hingga akhir 2018.

Umar Syah menjelaskan bantuan padi, jagung, kedelai (Pajale) ini dalam rangka mewujudkan swasembada pangan yang menjadi salah satu program Nawacita Presiden Joko Widodo. Kementerian Pertanian, lanjutnya, menggandeng beberapa pihak antara lain TNI dan NU untuk mengawal dan memediasi berkomunikasi dengan petani.

“Dimulai akhir 2017 lalu, saya ditunjuk PB NU sebagai koordinator tim pelaksana kerja sama tanam jagung dengan Kementan-PBNU. Untuk memfokuskan ini saya kerja sama dengan berbagai pihak, kepala daerah maupun kepala dinas,” kata Umar Syah.

Selain itu, dirinya juga tengah memperjuangkan agar para petani bisa mendapatkan mesin paska panen (Dryer). Dangan bantuan mesin itu diharapkan produktifitas petani Lampung akan semakin menguat.

“Kita upayakan menghadirkan bantuan dari pusat untuk kepentingan petani. Jangan sampai upaya petani meningkatkan produktifitas, tapi tidak ada yang mendampinginya.

Alat paska panen itu sangat dibutuhkan para petani untuk menjaga harga jual meningkatkan kualitas hasil pertanian jagung karena dapat menjadikan kadar air semakin rendah diangka kisaran 15 persen.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, umumnya untuk 100 hektar membutuhkan 1 dyer agar produktifitas pertanian di Lampung meningkat. “Namun tahun ini, kita upayakan 10 unit dulu, selanjutnya akan kita upayakan bertahap,” tuntasnya. (Septa)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar