Bupati Himbau Kepala Pekon Bersaing Sehat

Jumat, 28 Agustus 2015

KOTAAGUNG – Bupati Tanggamus, Bambang Kurniawan, mengimbau para calon kepala pekon agar berkompetisi dalam pemilihan secara sehat.
Menurut Bambang, semua calon punya hak untuk meraih suara terbanyak. Namun jangan sampai demi meraih tujuan tersebut, para kandidat menempuh cara-cara yang tidak baik.

“Jadi berkompetisilah secara sehat. Kemudian untuk semua calon supaya bisa menerima apa pun hasil pemilihan, dan juga harus siap menerima jika kalah,” katanya, Kamis (27/8).

Dalam hal ini, ia juga mempersilahkan apabila ingin mengajukan gugatan terkait hasil pemilihan. Hal itu dibenarkan meski sebelumnya pemkab akan mempelajari gugatan tersebut.

Sebab hasil pilkakon sama saja dengan keputusan pemkab. Dengan pembolehan menggugat, harapannya calon juga bisa menjaga kondisi pekonnya, dan tidak memperkeruh suasana.

“Kemudian untuk masyarakat juga harus jaga situasi keamanan, usahakan pelaksanaan pilkakon berlangsung lancar lalu tidak terjadi gesekan yang memecah belah hubungan masyarakat itu sendiri,” ujar Bambang.

Dari segi kerawanan, ia mengakui, pelaksanaan pilkakon justru lebih rawan dibanding pemilihan di atasnya seperti pileg, pilkada bupati, gubernur dan pilpres. Hal itu karena tingkat hubungan antara calon Kepala pekon dengan masyarakat lebih dekat. Itu pula yang akhirnya mempengaruhi emosional massa. Berbeda dengan pemilihan di atasnya sebab masyarakat tidak kenal secara langsung.

“Kami sudah koordinasi dengan Polres Tanggamus supaya bisa menarik sementara anggotanya yang kini jadi BKO di kabupaten yang sedang pilkada bupati. Nanti mereka diminta mengamankan pekon-pekon yang pilkakon, setelah itu kembali lagi tugas BKO,” ungkap Bambang.

Sementara itu menurut Kabag Tata Pemerintahan Maradona menjelaskan, dana untuk penyelenggaraan pilkakon akan segera dicairkan. Dana tersebut untuk membiayai penyelenggaraan, di antaranya honor panitia yang disesuaikan dengan jumlah pemilih dan itu maksimal Rp 150 ribu untuk ketua, anggota di bawahnya.

“Kemudian anggaran lainnya untuk pengadaan suarat suara yang dianggarkan Rp 1.000 per lembar, ATK dan bilik suara dianggarkan Rp 1,5 juta, konsumsi panitia Rp 850 ribu, baik untuk pelaksanaan dan rapat, id card. Dan supaya menekan pengeluaran, panitia tidak diharuskan pakaian seragam,” ujar Maradona.

Ia menambahkan, targetnya dana bisa dicairkan pada pertengahan September, namun syaratnya panitia disiplin untuk mengajukan perbaikan usulan dana agar dapat digunakan secara optimal. (No/LC)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar