Dianggap Mengancam, PM Australia ‘Ngeles’???

Kamis, 19 Februari 2015
PM Australia Ton Abbot. Sumber: dailysignal.com

Lampung Centre – Perdana Menteri Australia Tony Abbott membantah dirinya mengancam Indonesia terkait rencana eksekusi mati dua warganya. PM Abbott berkilah hanya menekankan mendalamnya hubungan antara kedua negara selama ini.

Ketegangan semakin memuncak setelah komentar PM Abbott pada Rabu (18/2) yang menyatakan Indonesia harus mengingat bantuan kemanusiaan yang telah dilakukan Australia kepada Indonesia. Khususnya pada tsunami tahun 2014 lalu. PM Abbott mendorong Indonesia untuk membalas Australia pada saat-saat sulit seperti ini.

“Kemarin (18/2), saya merujuk pada kokohnya hubungan antara Indonesia dan Australia dan apa yang telah kami lakukan bagi Indonesia di masa lalu,” terang PM Abbott menanggapi reaksi keras Indonesia yang menganggap pernyataannya sebagai ancaman, seperti dilansir AFP dan Detik.com, Kamis (19/2/2015).

“Dan memang, Indonesia juga telah melakukan banyak hal bagi kami karena itulah gunanya tema. Penting bahwa saya menekankan pada kokohnya dan mendalamnya hubungan kedua negara dan itulah yang saya maksud,” ujar PM Abbott.

Hubungan Indonesia dan Australia memang seringkali dilanda ketegangan. Usai skandal penyadapan dan persoalan pencari suaka tahun 2014 lalu, kali ini masalah eksekusi mati dua warga negara Australia, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran yang akan dilakukan dalam waktu dekat, kembali memicu ketegangan.

Pemerintah Australia ngotot meminta Indonesia membatalkan eksekusi mati kedua warganya. Meskipun berulang kali pemerintah Indonesia telah menjelaskan, Australia tetap ngotot. Australia berargumen bahwa kedua warganya telah menjalani rehabilitasi dan berkelakuan baik selama dalam tahanan, sehingga layak mendapat pengampunan. “Kepentingan terbaik Anda akan terwujud dan nilai terbaik Anda akan diakui dengan tidak melakukan eksekusi ini,” ucap PM Abbott.

Bahkan, kata PM Abbott, kedua warga negara yang hendak dieksekusi itu ketika menjalani masa tahanan membantu Indonesia melawan ancaman narkoba dari balik hotel prodeo. “Karena sekarang, mereka (Andrew-Myuran) sudah berubah, mereka telah direhabilitasi. Bahkan mereka membantu perjuangan melawan ancaman narkoba di Indonesia dari dalam penjara,” tandasnya.

Sikap PM Abbott yang dianggap mengungkit-ungkit bantuan kemanusiaan Australia yang besar saat Indonesia dilanda tsunami pada tahun 2004 lalu, dianggap sebagai ancaman oleh pemerintah Indonesia. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Armanatha Nasir, mengingatkan bahwa pernyataan PM Abbott tersebut dapat dikategorikan sebagai ancaman terhadap Indonesia dan bukanlah diplomasi yang baik. “Tidak ada yang merespon positif sebuah ancaman,” katanya dilansir ABC Australia, Rabu (18/2). (*)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar