Dianggap Penyebab Macet, Petinggi Pemerintah Bela Transmart

Selasa, 09 Januari 2018

Lampung Centre – Keluhan masyarakat terkait keberadaan pusat perbelanjaan Transmart yang dianggap sebagai malapetaka karena menyebabkan kemacetan tidak ditanggapi secara serius para petinggi pemerintah setempat.

Menanggapi keluhan masyarakat dengan terjadinya kemacetan akibat banyaknya parkir di bada jalan sekitar jalan Sultan Agung hingga Fly Over Ryacudu, Korpri Bandarlampung, atas berdirinya Mall Transmart di kawasan tersebut, Walikota Bandar Lampung meminta kepada pihak transmart agar dapat mempercepat pembangunan lahan parkir.

“Kan sudah ada ketentuannya harus ditertibkan itu, saya juga sudah berkoordinasi dengan Dishub agar dapat menerjunkan anggotanya dalam mengatur lalulintas disana,” ujar Walikota Bandarlampung, HermanHN, kepada Rakyat Lampung, Di Gedung Semurgo, Senin(8/1).

Sementara itu, menurut Sekeraris Kota (Sekkot) Bandarlampung, Badri Tamam, dirinya mengakui adanya kemacetan yang terajadi tepat didepan Mall Transmart, Bandarlampung akibat terlalu keculnya pintu masuk parkir Transmart. Selain itu, lanjutnya, kemacetan juga terjadi karena pengunjung bukan hanya warga Bandar Lampung melainkan juga dari daerah lain.

“karena terlalu antusias warga Bandarlampung juga wajar kalau disana manjadi penumpukam kedaraan, namun sebenarnya tidak hanya warga Bandarlampung yang berkunjung namun banyak juga masyarakat luar daerah yang datang ke mall tersebut, dan sangat disayangkan pintu masuk mall yang terlalu kecil ditambah kurang memadainya lahan parkir disana,” tuturnya.

Untuk itu, dirinya telah memerintahkan Dinas terkait dalam pengecekan Analisis Dampak Lalu- lintas (AMDALALIN),

“Sudah saya perintahkan untuk Dishub agar mengecek dan mengevalusai Amdalalin di kawasan mall tersebut, kami meminta untuk pintu masuk jangan dari arah yang membuat titik kemacetan dikawasan tersebut,” terangnya.

Dirinya juga membenarkan kemacetan kian bertambah apabila waktu sibuk dan libur tiba, dengan melihat anusias warga, Sekkot juga telah meminta Dishub agar dapat menerjunkan anggota dalam mengatur lalulintas.

“Walikota sendiri pun sudah meminta untuk menerjunkan anggota dalam mengatur lalulintas, di hari ini pun sudah langsung turun,” ungkapnya.

Disisi lain, Kepala Bidang Lalu Lintas, Dinas Perhubungan Kota Bandarlampung, Iskandar juga telah memberi larangan disetiap badan jalan sekitar kawasan tersbeut agar tidak memakai badan jalan sebagai tempat parkir dari pengunjung mall transmart.

“Sudah kami beri larangan, sore ini baru kami pasang rambu-rambu lalulintas dikawasan tersebut, agar pengunjung tidak menggunkan badan jalan sebagai tempat parkir untuk berkunjung ke mall transmart, dan sekitar 6 anggota kita turunkan untuk mengatur lalu lintas dikawasan tersebut,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kota Bandarlampung, Wiyadi mengatakan, permintaan DPRD tersebut memiliki dasar yang jelas. Ia mengaku telah melihat sendiri keadaan lalu-lintas di Jalan Riyacudu-Sultan Agung, yang seringkali macet parah akibat kemunculan Transmart.

“Kami sudah lihat secara langsung, kemarin bahkan sempat hampir lumpuh flyover Riyacudu-Sultan Agung,” ujar Wiyadi saat ditemui pada acara jaln sehat, di Tugu Adipura kemarin, Minggu (7/1).

Menurutnya, kemacetan yang sering terjadi pada jam-jam pulang kerja tersebut, sangat merugikan warga Kota Tapis Berseri yang sering melalui jalur tersebut. “Kemacetan itu sangat merugikan warga yang seringkali melintas di jalur tersebut. Padahal, dibangunnya flyover kan untuk mengurai kemacetan,” kata dia.

Wiyadi juga meminta, agar manajemen Transmart dapat membuat tempat keluar-masuk kendaraan, yang memang tidak mengganggu aktivitas lalu-lintas. “Kita sih menilai dari pintu keluar-masuk kendaraan pengunjung Trasmart. Dari itu, kami minta AMDALALIN nya harus ditinjau ulang, dan pintu keluar-masuk harus dipindahkan tempatnya, agar tak mengganggu arus lalu-lintas,” paparnya.(*/red)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar