Dibedakan Dengan Pasien Kaya, Warga Miskin Pasrah Terhadap RSUDAM

Jumat, 08 November 2019

Bandarlampung (Lampung Centre) – Sikapdiskriminatif Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moeloek (RSUDAM) terhadap warga masyarakat kurang mampu masih sering terjadi. Sejumlah pasien kelas 2 dan 3 program BPJS mengaku pasrah serta berkecil hati terhadap pelayanan yang mereka dapatkan.
“Kami maklum karena dari kalangan rakyat miskin sehingga tak mendapat pelayanan maksimal,” ujar Wahyu, saat membesuk ibunya di kelas 3 pada rumah sakit tersebut, Rabu (7/11).
Padahal orang tuanya telah seminggu di sana tetapi baru sekali dikunjungi dokter spesialis. Selebihnya hanya dokter umum.
“Saya pernah tanyakan soal ini. Jawabannya, lantaran ibu saya menggunakan jasa BPJS Kesehatan dan berada di kelas 3. Tapi, bila berstatus pasien umum tak seperti ini pelayanannya. Dokter spesialis berkunjung setiap hari,” tuturnya.
Hal serupa juga dialami Sanip, keluarga pasien dari Lampung Tengah. “Kakak saya sudah 12 hari dirawat tetapi setelah hari ke-10 baru dikunjungi oleh dokter spesialis. Alasannya, belum ada, selebihnya hanya dokter umum saja,” ungkapnya.
Menanggapi hal ini pihak rumah sakit membantahnya dan menyatakan bahwa dokter spesialis hanya melakukan kunjungan pada saat genting saja. Selebihnya hanya dokter umum yang melakukan pemeriksaan.
“Ia ini kan ruang bangsal sudah ada dokter umum. Jadi, dokter spesialis tidak melakukan visit setiap hari, tetapi hanya saat urgent dan diperlukan saja baru datang,” jelasnya salah satu perawat RSUAM. (*)
Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar