Diduga Dalang Pemalsuan Tandatangan, Ketua Komisi I Diminta Mengaku

Kamis, 11 Oktober 2018
Wakil Ketua DPRD Lampung, Imer Darius. (Sumber: Ist)

Bandarlampung (Lampung Centre) – Wakil Ketua DPRD Lampung Imer Darius minta Ketua Komisi I Ririn Kuswantari untuk mengaku bila telah memerintahkan staf untuk memalsukan tandatangan Wakil Ketua DPRD Lampung Johan Sulaiman dalam surat undangan rapat dengar pendapat (hearing) dengan Tim Panitia (Pansel) Sekdaprov pada Selasa (9/10) lalu.

“Jangan dibuang ke staf komisi. Jadi harus gentle kalau memang itu perintah agar staf komisi melakukan itu, ya harus diakui. Karena koordinator komisi sudah klarifikasi tidak pernah tandatangan. Kemudian pimpinan komisi saudari Ririn Kuswantari bilang bahwa ini kesalahan staf komisi,” kata Imer, Kamis (11/10).

Permasalahan ini, kata Imer merupakan bentuk kelalaian yang disengaja atau adanya unsur kesengajaan. Karena, Staf komisi tidak mungkin berani membuat surat kalau tidak ada perintah dari pimpinan.

“Saya ini sudah 10 tahun di DPRD, jadi tidak ada staf yang pernah membuat atau memalsukan surat dan tidak akan berani membuat surat kalau tidak ada perintah dari pimpinan komisi. Jadi, semua harus bertanggung jawab, karena ini merupakan bentuk kelalaian yang disengaja, ada unsur kesengajaannya,” ungkapnya.

Sebelumnya, Inspektorat provinsi Lampung akan membentuk tim investigasi untuk menelusuri keterlibatan oknum sekretariat komisi I atas dugaan memanipulasi tandatangan Wakil Ketua DPRD. Johan Sulaiman.

Hal ini untuk menindaklanjuti hasil klarifikasi komisi I DPRD Lampung yang menyatakan bahwa surat keluar pimpinan DPRD kepada Pansel Sekdaprov disinyalir terdapat manipulasi tanda tangan wakil ketua DPRD Lampung Johan Sulaiman diluar sepengetahuan dan petunjuk pimpinan maupun anggota komisi 1. Tetapi murni kelalaian staf sekretariat komisi.

Kepala Inspektorat provinsi Lampung, Saiful Darmawan menyampaikan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti permasalahan itu dengan membentuk tim investigasi.
“Tim investigasi sudah dibentuk dan segera akan kita lanjuti. Karena sudah masuk pemberitaan yang menjadi konsumsi publik,”katanya, Kamis (11/10). (Red)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar