Dikendalikan Pemodal, Arinal-Nunik Ditinggalkan PolMark Indonesia?

Sabtu, 21 April 2018
Ilustrasi pasangan nomor urut 3 Arinal Djunaidi - Chusnunia Chalim (Nunik). (Sumber: Harianpilar/nett)

Bandarlampung (Lampung Centre) – Lembaga konsultan politik Polmark Indonesia dikabarkan berhenti dari project Lampung Berjaya dan segala kegiatan sosialisasi, monitoring, dan evaluasi pasangan calon nomor urut 3 Arinal Djunaidi – Chusnunia Chalim (Nunik).

Keputusan lembaga penyelenggara jasa konsultasi tersebut diduga lantaran Paslon yang diusung Koalisi Partai Golkar, PKB, PAN lebih mengedepankan kepentingan Pemodal.

Dalam pesan WhatsApp yang beredar di kalangan media, lembaga yang didirikan Eep Saefuloh Fatah itu beralasan hasil evaluasi atas Project Lampung Berjaya ada kekuatan besar yang sangat bertolak belakang dengan idealisme Polmark Indonesia. Dan intervensi yang dilakukan tidak sejalan dengan strategi pada kesepakatan awal.

“Malam ini saya menyampaikan pemberitahuan: Bahwa hari ini Polmark dengan semua stakeholder kunci menyelenggarakan evaluasi atas project Lampung Berjaya. Evaluasi yg diselengarakan di Jakarta baru saja selesai. Dengan mempertimbangkan bahwa dalam proses kerja yg dilakukan saat ini ada kekuatan besar denga kepentingan yang tidak sejalan dengan idealisme Polmark Indonesia – yang terus mengganggu strategi yg sudah disepakati, Polmark Indonesia memutuskan untuk MENGHENTIKAN semua kegiatan SOSIALISASI dan MONEV mulai saat ini,” tulis Koordinator Tim Monev Polmark Indonesia untuk Project Lampung Berjaya, Sugianto, Sabtu (21/4).

Meski demikian, Polmark akan bertanggung jawab atas konsekuensi dari pengambilan keputuan tersebut.

“Semua data yg sudah kawan2 kumpulkan tetap kami (tim analis) gunakan. Intinya: Polmark Indonesia menyatakan bertanggung jawab penuh atas konsekuensi dari keputusan penghentian kegiatan, baik sosialisasi maupun monev. Termasuk kaitannya dengan kawan-kawan anggota tim monev di lapangan,” lanjut Sugianto.

Dalam situasi ini, Sugianto mengajak masyarakat untuk semakin sadar bahwa kaum Pemodal akan berusaha mengontrol proses politik yg terjadi di Negeri ini. Termasuk Lampung.

“Maka dalam Pilgub Lampung ini, pemenangnya adalah PENGUASA MODAL,” terusnya.

Sementara, ketika dikonfirmasi terkait pesan perceraian antara Polmark Indonesia dan Lampung Berjaya, Sugianto tampak heran mengapa pesan WhatsApp mengenai keputusan pemberhentian tersebut sampai ke media masa.

“Loh kok bisa sampai ke anda, dapat dari mana pesan WA itu,” jawab Sugianto.

Meski tidak membatah adanya pesan yang beredar dan namanya tertera sebagai Koordinator Tim Monev, Sugianto menyarankan untuk mengkonfirmasikan persoalan itu pada Kepala Project Manager, Amrullah.

“Saya tidak punya kapasitas untuk menjawabnya silahkan tanya ke Project Manager atau bisa ditanyakan ke orang yang mengirimkan pesan ini kepada media,” singkatnya.

Sementara Ketika dikonfirmasi kebenaran kabar perceraian antara Polmark Indonesia dan Lampung Berjaya, Ketua Tim Pemenangan Arinal-Nunik, Tony Eka Chandra belum memberikan tanggapan. (*/red)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar