Dishub Lampung ‘Mainkan’ Jembatan Timbang

Rabu, 17 Februari 2016
ilustrasi jembatan timbang

Bandarlampung, LC – Pengelolaan jembatan timbang milik Pemerintah Provinsi Lampung kian memprihatinkan. Pasalnya, meski tidak beroprasi secara maksimal, keberadaan jembatan timbang justru dimanfaatkan oknum Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Bina Sistem Operasional Transportasi (BSOT) dan Bidang Perhubungan Darat Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Lampung untuk memperkaya diri sendiri serta golongan.

Dugaan adanya permainan yang dilakukan Dishub Lampung pada pengelolaan jembatan timbang terjadi lantaran adanya keikutsertaan oknum Didang Perhubungan Darat Dishub Lampung pada pengelolaan jembatan timbang, seperti di jembatan timbang Simpang Gayam, Lampung Selatan.

Front Aksi Anti Gratifikasi (Fagas) dan Aspirasi Mahasiswa Peduli Lampung (AMPL) mengatakan, keikutsertaan Bidang Perhubungan Darat Dishub Lampung dalam pengelolaan jembatan timbang patut dipertanyakan.

Mengingat hal tersebut diduga tidak sesuai dengan Perda No.5 tahun 2011 tentang pengawasan dan pengendalian muatan angkutan barang serta Pergub Lampung nomor 27 tahun 2010 tentang pembentukan organisasi dan tata kerja kepala UPTD pada dinas daerah provinsi. “Keberadaan Bidang Perhubungan Darat dalam pengelolaan jembatan timbang diduga telah menyalahi aturan,” ujar Arif Rahman.

Menurut Arif, selain menyalahi aturan keterlibatan bidang darat dalam pengelolaan jembatan timbang mengakibatkan tugas pokok bidang selaku operator pengawasan transportasi  darat tidak berjalan maksimal.

Apalagi masalah trasportasi darat seperti maraknya trevel gelap, angkutan bus AKDP/AKAP yang tidak layak jalan, serta dimensi kendaraan angkutan yang tidak sesuai keperuntukan serta buku uji sampai saat ini masih belum sesuai harapan. “Ini menunjukan ketidak seriusan pihak Dishub Lampung dalam menjalankan tugas, serta tidak profesionalnya pihak BSOT dalam mengelola jembatan timbang,” tambahnya.

Sementara itu, belum ada tanggapan resmi baik dari pihak Dishub maupun pihak UPTD BSOT Dishub Lampung terkait demo yanng dilakukan dua aliansi tersebut. Kasi Operasional UPTD BSOT Andi Amin mengaku tidak berani memberika tanggapan terkait hal ini. Menurutnya, untuk wawancara media merupakan kewenangan langsung Kepala UPTD BSOT Andrianto Wahyudi.

Sementara itu, Kepala UPTD BSOT Dinas Perhubungan Lampung Andrianto Wahyudi mengatakan mengatakan bila telah terjadi kesepakatan dari FAGAS untuk audiensi langsung kepada Kepala Dinas Perhubungan Lampung. “Terkait demo kemarin, sudah ada kesepakatan dari kawan-kawan LSM Fagas mau audiensi langsung dengan bapak Kadishub (kamis,18/2) besok,” singkatnya. (Septa Herian Palga)

 

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar