Dispenda Lampung Pesimis dengan Target Pajak BBNKB

Kamis, 28 April 2016
Gambar Ilustrasi. Sumber: Ist

Lampung Centre Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Lampung secara tegas mengaku pesimis jika target pendapatan daerah melalui pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) yang ditargetkan untuk tahun 2016 ini tercapai.

Bahkan pada triwulan pertama 2016, Dispenda memperkirakan pemasukan dari pajak BBNKB lebih rendah dibandingkan dengan yang sudah terealisasi selama tahun 2015. Hal itu disampaikan langsung Kepala Dispenda Lampung Syaiful Dermawan. Menurutnya, penyebab tidak tercapainya pajak BBNKB karena masih lesunya pembelian kendaraan bermotor, khususnya sepeda motor di daerah-daerah.

“Kalau yang BBNKB itu kami pesimis. Kami lihat triwulan pertama itu situasi tidak jauh berbeda dengan tahun 2015. Bahkan mungkin akan lebih turun dibanding 2015. Pertama harga karet turun, harga sawit tidak stabil, itu berpengaruh terhadap pembelian motor. Masa boomingnya pembelian motor di pelosok-pelosok itu sudah lewat. Kalau dilihat dari status ekonomi untuk membeli kendaraan baru itu sudah pada tingkat jenuh,” kata Syaiful, Kamis (28/4).

Kendati demikian, Syaiful menegaskan, untuk target pajak kendaraan bermotor (PKB) optimis akan tercapai. “Seperti tahun lalu kami hanya nol koma sekian (tidak tercapai), tetapi sebenarnya tercapai. Hanya karena ada permasalahan teknis saja,” ucap Syaiful.

Saat ini, menurut Syaiful, pihaknya sedang dalam tahap pembenahan sistem melalui teknologi informasi (TI). Syaiful menegaskan, jika sistem TI sudah berjalan dengan baik, peluang oknum-oknum yang bermain akan semakin kecil.

“Setelah TI sudah baik, nanti kan ketahuan. Jadi tidak bisa ditutupi dan bisa diaudit. Walaupun saya tutupi ada oknum pegawai saya yang bermain, misalnya, tidak bisa. Ketika BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) masuk, pasti ketahuan kalau ada transaksi yang tidak masuk kas daerah. Kami juga akan lacak,” tegas Syaiful

Meski pesimis pajak BBNKB tidak tercapai, Syaiful tetap optimis pendapatan daerah secara keseluruhan di akhir Tahun 2016 nanti bisa tercapai. “Kalau memang ada salah satu sektor yang tidak tercapai, kami akan tingkatkan sektor yang lain. Misalnya BBNKB tidak tercapai, PKB kami tingkatkan. Jadi saling tutup lah,” tandas Syaiful. (Septa Herian Palga)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar