Ditanya Soal Penganiayaan, Sekdaprov Lampung Ancam Wartawan

Senin, 18 April 2016
Sekda Provinsi Lampung Arinal Djuanidi marah ketika ditanya dugaan penganiayaan yang melibatkan dirinya. Foto:Ist

Lampung Centre –Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Arinal Djunaidi berang ketika ditanya sejumlah wartawan terkait dugaan penganiayaan  karyawan Garuda Indonesia, Istahul di Bandara Radin Inten II Lamsel, Sabtu (16/4) yang melibatkan dirinya.

Arinal yang tak bisa menahan emosi bahkan sempat mengancam reporter Tribun Lampung, Noval Andriansyah. “Tapi saya sakit hati ya. Kenapa yang lain tidak? Karena kalian mau cari duit. Masukkan ke situ (menunjuk ke HP). Tunggu kamu ya (sambil menunjuk ke wajah reporter Tribun Lampung),” kata Arinal Djunaidi di kompleks Asrama Haji Rajabasa Bandarlampung, (18/4).

Arinal mempertanyakan pemberitaan di media massa yang menurutnya tidak diimbangi konfirmasi kepada dirinya terlebih dahulu. “Kalian tidak kroscek. Sesuka kalian saja. Diarahkan seolah-olah besar, padahal kami tidak ada apa-apanya,” kata Arinal.

Ketika dijelaskan bahwa ia harus mengonfirmasi kebenaran beritanya, Arinal malah menuduh awak media tidak konfirmasi ke dia. “Silakan saja suka-suka kamu. Sudah dihukum (dalam pemberitaan). Seharusnya kroscek ke saya,” ujarnya.

Saat disampaikan bahwa nomor ponselnya ketika wartawan coba konfirmasi pada Minggu (17/4) pukul 09.00 WIB dalam keadaan tidak aktif, Arianl berkelit. “Nah, itulah. Harusnya tetap masuk di handphone saya. Kalian itu sering tidak ada krosceknya sehingga yang penting gempar dunia itu. Jangan lah. Karena kan ada pertanggungjawabannya di akhirat,” ucap dia

Saat kembali dikonfirmasi mengenai kebenaran penganiayaan tersebut, Arinal meminta kepada wartawan menanyakannya permasalahan tersebut ke korban. “Tanya saja ke yang bersangkutan, kenapa tanya ke saya? Dia merasa ngga?” kilah Arinal.

Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri menyayangkan, jika ada pejabat Pemprov Lampung yang bersikap arogan. Pernyataan itu disampaikan Bachtiar menanggapi pertanyaan wartawan terkait kasus penganiayaan di Bandara Radin Inten II Lamsel, Sabtu (16/4) sore. “Nah saya belum tahu. Tapi menurut saya tidak pantas lah kalau pejabat arogan. Harusnya (pejabat) bisa menjadi contoh. Tetapi saya belum tahu benar atau tidaknya,” kata Bachtiar singkat, Senin (18/4). (Septa Herian Palga)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar