Dosen Tiongkok Di Darmajaya Ajarkan Menulis Hanzi dan Shufa

Senin, 05 Juni 2017
Tampak mahasiswa sangat antusias mengikuti pelajaran mandarin. (Foto: Humas Darmajaya)

Lampung Centre – Puluhan mahasiswa, staf dan dosen Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya tampak antusias mengikuti kursus Mandarin bersama dosen Nantong Vocational University (NTVU) Tiongkok, Pan Xiaomei di Darmajaya-NTVU Chinese Centre, Kamis (01/06).

Selain berbagi ilmu tentang bahasa Mandarin, Pan Xiaomei juga mengajarkan bagaiamana cara menulis hanzi (huruf Tiongkok) dan shufa (kaligrafi Tiongkok). Dirinya menjalaskan Shufa merupakan kaligrafi huruf Tiongkok yang mengandung makna bisa berbentuk puisi, pantun, kata-kata mutiara, atau pepatah. Alat tulis yang digunakan untuk menulis Shufa disebut maobi (kuas), tinta bak, maobianzhi (kertas) dan batu tinta.

Dosen School of International and Educational Cooperation (SIEC) NTVU ini mengaku senang melihat mahasiswa, staf, dan dosen Darmajaya yang tertarik dan bersemangat untuk belajar bahasa Mandarin dan menulis aksara Tiongkok.

“Darmajaya adalah kampus yang hidup. Sesuai dengan tagline Be Bold, Be Vibrant, Be echnopreneur. Sivitas akademika Darmajaya punya rasa ingin tahu yang besar, kemauan untuk mempelajari hal baru, dan toleransi terhadap perbedaan budaya antar negara,” ujarnya.

Tak hanya mengajar di Kampus Darmajaya, Pan Xiaomei bersama dosen NTVU, Tian Yuan serta mahasiswa NTVU Chen Mingming, Liu Jinniu, Zhong Da, dan Song Guihua didampingi staff Kantor Urusan Hubungan International dan Dosen IBI Darmajaya juga berkesempatan mengunjungi dan memperkenalkan bahasa Mandarin dan menulis hanzi dan shufa di Panti Asuhan Budi Mulya Bandar Lampung, belum lama ini (26/05).

Program pengabdian kepada masyarakat tersebut menjadi salah satu kegiatan Exchange Programe yang dilakukan 4 mahasiswa dan 2 dosen dari NTVU Tiongkok pada 23 Mei – 5 Juni 2017. “Itu pertama kali bagi saya mengunjungi panti asuhan berbasis Islam. Saya terkejut dan kagum melihat anak panti asuhan disana. Meskipun anak panti asuhan tidak memiliki orangtua, hidup dalam keterbatasan, tetapi mereka menyambut kami dengan senyuman bahagia, dan penuh semangat. Masyarakat di Lampung juga mayoritas muslim, dan kami sangat merasakan kuat toleransi disini terhadap perbedaan budaya dan agama,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu mahasiswa Darmajaya, Rama Aldi Shanjaya mengapresiasi kegiatan kursus Mandarin yang menghadirkan dosen dari NTVU Tiongkok. Menurutnya, kursus bahasa Mandarin, menulis hanzi dan shufa di Darmajaya-NTVU Chinese Centre sangat seru dan asik. Apalagi belajarnya bersama dosen dan mahasiswa dari Tiongkok.

“Kami belajar menulis angka, huruf, dan memperkenalkan diri menggunakan bahasa Mandarin. Mudah-mudahan kehadiran dosen dan mahasiswa dari luar negeri memotivasi mahasiswa Darmajaya untuk tertarik mempelajari bahasa asing dan meningkatkan kompetensi diri,” harapnya. (rls/red)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar