DPRD Desak Tim Apresial Transparan Soal Lahan Lamteng

Selasa, 01 Maret 2016
Ilustrasi Pembebasan Lahan. Sumber: Ist

Lampung Centre – Anggota Komisi IV DPRD Lampung Abdullah Surajaya mendesak tim aprasial menjelaskan secara detail hitungan harga pembebasan lahan pembangunan jalan tol Trans Sumatera kepada masyarakat Lampung Tengah.

Dijelaskannya ini tim aprasial sudah melakukan tahapan ganti rugi serta mengukur ulang lahan dan survei tanam tumbuh. Namun, setelah itu tidak ada tindak lanjut dari tim aprasial.

“Petani sekitar tidak bisa menanam padi karena tidak ada kejelasan kapan pembangunan jalan tol trans Sumatera di Lampung Tengah berjalan. Karena para petani takut tim aprasial tidak mau membayar ganti rugi apabila lahan yang sudah dinilai ditanami,” ungkapnya, Senin (29/2).

Selain itu, masyarakat Lampung Tengah juga khawatir sisa lahan yang sudah dilakukan ganti rugi tidak bisa dilalui. Karena dihimpit oleh sungai maupun jalan tol. “Kita akan berbicara dengan pihak pemerintah daerah maupun provinsi mengenai percepatan ganti rugi lahan pembangunan jalan tol trans Sumatera,” tandasnya

Abdullah mengharapkan tim aprasial jalan tol dapat menjelaskan dan membantu masyarakat dengan memberikan penjelasan. Setelah tim apresial menilai harga sudah ditentukan pemprov harus membantu proses pencairannya.

Apalagi masyarakat Lampung Tengah hanya mempertanyakan sesuai ganti rugi,lahan tersebut masih diolah masyarakat dalam pengolahan tanam tubuh disana, apakah diganti juga atau tidak, atau cuman pembayaran tanahnya saja, masyarakat pingin tau penjelasan.

” Iya saya menyambut baik program pemerintah pusat dalam pembangunan jalan tol trans sumatera di Provinsi Lampung, tapi pemerintah juga harus adil kepada masyarakat masalah ganti rugi lahan. Jangan sampai merugikan masyarakat. Tanam tubuhnya apa tanahnya yang diganti. Iya Ganti untung atau ganti rugi yang jelas kebaikkan masyarakat,” harapnya. (red)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar