DPRD Kota Bandarlampung Usulkan Raperda Pelestarian Adat dan Seni Budaya Lampung

Selasa, 10 April 2018
Ketua DPRD Kota Bandarlampung Wiyadi pada rapat paripurna Raperda Pelestarian Adat dan Seni Budaya Lampung. Foto Ist

Bandarlampung (Lampung Centre)-DPRD Kota Bandar Lampung, mengusulkan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pelestarian Adat Istiadat dan Seni Budaya Lampung. Dalam rapat paripurna di Gedung DPRD setempat,  tujuh fraksi di DPRD Kota Bandarlampung menyetujui akan rencana raperda tersebut.

“Ya kita usulkan dan langkah selanjutnya kita akan membentuk pansus (Panitia khusus) yang akan membahas Raperda tentang Pelestarian Adat Istiadat dan Seni Budaya,” ujar Ketua DPRD Kota Bandarlampung, Wiyadi, Senin (9/4).

Pimpinan DPRD Kota Bandarlampung pada rapat paripurna Raperda Pelestarian Adat dan Seni Budaya Lampung. foto Ist

Penyampaian fraksi-fraksi juga, imbuh politisi PDI Perjuangan ini, mereka sepakat dan fraksi menilai Rapeda Pelestarian Adat Istiadat dan Seni Budaya Lampung dinilai penting, mengingat budaya lokal  terus mendapat ancaman dari budaya global. “Kita targetkan di Agustus raperda ini bisa disahkan dan tinggal pembahasan di Pansus,” ungkapnya.

Di lain sisi, Barlian Mansur juru bicara Fraksi Partai Golkar menilai Lampung memiliki aksara dan bahasa sendiri, akan tetapi banyak masyarakat Lampung sudah tidak peduli dengan adat istiadat dan budayanya.

Juru bicara Fraksi Golkar berjabat tangan dengan pimpinan DPRD Kota Bandarlampung pada rapat paripurna Raperda Pelestarian Adat dan Seni Budaya Lampung. Foto Ist

Bahkan, sambung Barlian, dalam kehidupan sehari-hari sudah sangat jarang orang Lampung menggunakan bahasa Lampung. Belum lagi, pada pesta-pesta perkawinan, juga sulit ditemui atraksi budaya Lampung ditampilkan.

Barlian mengharapkan ke depan nama-nama gedung pekantoran, kawasaan bisnis hotel dan restoran bukan saja dihiasai motif Lampung, tapi wajib menggunakan aksara Lampung. “Jadi kalau ada tamu atau wisatawan dari luar berkunjung ke Lampung mereka benar benar merasa berada di Lampung,” jelasnya.

Menurut Berlian Masnyur bahwa kepunahan budaya lokal akibat terpaan budaya asing tentunya merugikan bangsa Indonesia.” Khususnya Provinsi Lampung yang budayanya lebih sempurna karena memiliki aksara dan bahasa sendiri,” tegas Barlian.

Anggota DPRD Kota Bandarlampung pada rapat paripurna Raperda Pelestarian Adat dan Seni Budaya Lampung. Foto ist

Sementara Fraksi Hati Nurani Rakyat (Hanura ) dalam pandangan umum yang dibacakan Yusuf Erdiansyah Putra, juga mengapresiasi adanya usulan inisiatif raperda untuk dijadikan Peraturan Daerah Kota Bandarlampung.

“Kami dari Fraksi Hanura sangat apresiasi usulan tersebut karena adat istiadat dan seni budaya merupakan warisan leluhur
perlu dipelihara dan dilestarikan ka,” tandasnya. (ADV)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar