DPRD Lampung Setujui Raperda PPKK

Rabu, 06 Juni 2018

Bandarlampung (Lampung Centre) – DPRD Provinsi Lampung menggelar rapat paripurna di gedung DPRD, Rabu, (6/6). Dalam rapat itu DPRD menyetujui rancangan peraturan daerah tentang Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga (PPKK).

Rapat tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Lampung, Hi Dedi Aprizal,. S.kep,.M.H dan dihadiri Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Didik Suprayitno serta anggota DPRD lainnya. Pjs Gubernur Lampung Didik Suprayitno mengapresiasi atas disetujuinya Raperda PPKK untuk ditetapkan sebagai perda.

Menurutnya, dengan persetujuan Raperda, dia pun meminta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pelaksana peraturan PPKK segera mempersiapkan beberapa langkah.

“Saya minta OPD segera mempersiapkan peraturan gubernur sebagai pelaksanaan atas perda itu dan mensosialisasikan ke masyarakat dan pemangku kepentingan dan penguatan sumberdaya aparatur pelaksana perda,” ujarnya.

Disisi lain, Ketua Komisi V DPRD Lampung, Syafariah Widianti mengungkapkan, bahwa Raperda ini diterbitkan dengan tujuan untuk terwujudnya kualitas keluarga dalam memenuhi kebutuhan fisik material, mental, sosial, spritual dan secara seimbang. BACA  Skenario Jepang, Senegal, dan Kolombia, untuk Lolos ke 16 Besar “Dengan diterbitkannya perda, sehingga dapat menjalankan sesuai fungsi keluarga secara optimal dan harmonis,” ungkapnya.

Menurutnya, perda ini mengatur penerapan pembelajaran seperti kebudayaan nilai agama yang dilaksanakan melalui aktivitas keluarga berbasis agama. “Strukturisasi dan legalisasi keluarga yang dilaksanakan untuk menurunkan angka perceraian, dan ketahanan fisik keluarga untuk mendorong pembunuhan kebutuhan dasar fisik,” jelasnya.

Dia menambahkan, ketahanan ekonomi untuk mendorong peningkatan pelayanan menghasilkan kepala keluarga dan ketahanan sosial psikologi yang dilaksanakan untuk mendorong keluarga dalam memelihara ikatan dan komitmen berkomunikasi secara efektif.

“Ini juga mendorong anggota keluarga agar lebih maju untuk membangun hubungan sosial, dan mengelola masalah keluarga serta menghasilkan konsep diri, harga diri yang positif,” pungkasnya. (ADV)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar