DPRD Menduga Pemkot Telah Dikendalikan Perusahaan Advertising

Senin, 09 Oktober 2017
Videotron dipersimpangan Jl. Kartini – Wolter Monginsidi – A.Yani. (Foto : Lampungcentre.com)

 

Lampung Centre – DPRD Bandar Lampung mengaku kecewa terhadap sikap Pemerintah Kota (Pemkot) yang terkesan telah dikendalikan oleh pihak perusahaan advertising.

Sebelum pemberitaan mengenai dugaan pelanggaran pada media luar ruang videotron ramai di media masa, ternyata DPRD telah lebih dulu melakukan pengawasan pada media luar ruang videotron. Berdasarkan hasil pemantauan mereka ditemukan adanya pelanggaran pada vidiotron.

Atas dasar itu, awal September lalu DPRD melayangkan surat rekomendasi nomor 050/150/II.01-170/2017 kepada Walikota Bandar Lampung Herman HN untuk dilakukan penindakan pada media luar ruang vidiotron yang diduga menyalahi aturan. Namun sayangnya, sampai saat ini Pemkot Bandar Lampung belum melakukan tidakan apapun.

Anggota Komisi II DPRD Bandar Lampung, Grefeldi Mamesa, mengatakan beberapa waktu lalu komisi II telah melayangkan surat rekomendasi kepada perusahaan advertising yang menayangkan iklan produk tembakau dengan titik di jalan protokol.

“Sudah jelas ada pelanggaran dalam Undang-Undang, kenapa Pemkot diam saja, harusnya ditutup tayangan itu,” kata dia.

Ketika dimintai tanggapan terkait durasi iklan yang produk tembakau dengan durasi hampir 24 jam, Grafeldi mengaku akan mempelajari dulu permasalahan tersebut apakah hal tersebut menyalahi aturan.

“Kami akan mempelajari dulu peraturannya seperti apa, jika ternyata dalam penayangan iklan rokok itu juga ada pelanggaran. Akan kami jadikan sebagai dasar hukum untuk segera ditindak tegas,”ucapnya.

Videotron di Jalan P.Antasari yang juga menayangkan iklan produk tembakau hampir 24 jam. Foto: Lampungcentre.com

 

Videotron di halaman kantor Plaza Pos Jl. Kota Raja. (Foto: Lampungcentre.com)

 

Penayangan iklan produk tembakau di halaman kantor Pemerintah Kota Bandarlampung tepat berada diatas kaligrafi Al-Qur’an. Foto: Lampungcentre.com

Sementara, saat dikonfrimasi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bandar Lampung, Syaril Alam, masih akan mengkaji dulu penanyangan iklan rokok yang ada di jalan protokol, dan penayangan hampir 24 jam. “Kami masih mempelajari hal ini, termasuk tayangan vidiotron rokok, “kata dia.

Berdasarkan keterangan Kepala Dinas Tata Kota dan Pemukiman Kota Bandar Lampung, media luar ruang videotron yang memasang iklan produk tembakau tersebut milik CV Devis Jaya dan PT Adhi Kartika Jaya Up. Modern Advertising (Optik Modern).

“Kalau videotron yang di pemkot dan plaza pos tanjung karang kalau tidak salah punya Devis Jaya dan Optik Modern,” kata Effendi Yunus.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Bandar Lampung, Yanwardi, mengatakan untuk penayangan iklan produk tembakau telah sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam peraturan daerah. Jika persyaratan telah sesuai, lanjutnya, pihak perusahaan advertising bebas menentukan waktu penayangan produk iklan tembakau, meski itu tidak sesuai peraturan pemerintah.

Kan itu kelengkapan sudah selesai, mau tayang 24 jam, mau tayang sepuluh jam itu terserah mereka (pihak perusahan), itu kan sudah ada perdanya. Kalau itu semua persayaratannya sudah lengkap, kita ini tidak bisa apa-apa. Kalau kita ketika itu persyaratan sudah lengkap, kita itu, karena income,” ujar Yanuardi.

Dirinya menjelaskan, bila penayangan produk iklan tembakau dengan durasi hampir 24 jam telah diatur secara rinci dalam peraturan daerah dan peraturan walikota sebagai turunan PP 109 yang salah satu poinnya membatasi durasi penayangan produk tembakau.

“Setelah peraturan pemerintah, itu ada turunannya yakni peraturan daerah dan peraturan walikota untuk mengaturnya secara teknis,” terangnya. (Septa Herian Palga)

 

 

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar