DPRD Nilai PLN Lampung Kurang Sosialisasi

Rabu, 17 Februari 2016

Bandarlampung, LC – DPRD Provinsi Lampung menilai PT.PLN (Persero) Distribusi Lampung sangat minim dalam mensosialisasikan jadwal pemadaman bergilir. Akibat ulah tersebut, selain masyarakat banyak pelaku bisnis merugi.

Wakil Ketua DPRD Lampung Patimura mengatakan, sosialisasi yang dilakukan PLN Lampung seputar informasi dan jadwal pemadaman bergilir masih dalam lingkaran kecil. Akibatnya, banyak masyarakat yang tidak tahu kapan akan terkena jadwal pemadaman. “PLN masih sangat minim dalam melakukan sosialisasi terkait pemberithuan pemadaman bergilir,” kata Patimura di ruang rapat utama DPRD Lampung, Selasa (16/2).

Dihadapan jajaran PLN Lampung Patimura mengatakan bila minimnya sosialisasi yang dilakukan PLN bukanlah masalah kecil. Apalagi bukan hanya seputar pemadaman, PLN minum menginformasikan kompensasi yang berhak diterima konsumen sesuai amanat UU no.30 tahun 2009 tentang ketenagalistrikan.

“Untuk di Bandar Lampung ada sekitar 1,7 juta pelanggan, jika satu pelanggan dirugikan seribu rupiah saja sudah 1,7 miliar. Jangan dilihat seribu rupiahnya, tapi liat berapa banyak yang dirugikan,” tegas Patimura.

Selain itu, minimnya sosialisai juga lontarkan Ketua Komisi IV DPRD Lampung Imer Darius. Politisi partai berlambang mercy ini menilai sosialisasi yang dilakukan melalui website dan akun jejaring sosial resmi PLN kurang efektif. Karena banyak masyarakat khususnya di daerah pelosok yang belum bisa mengakses informasi melalui jaringan internet.

“Kalau hanya pemberitahuan melalui website dan twitter saja kurang efektif, karena banyak masyarakat yang belum bisa mengakses informasi dengan cara seperti itu. Coba dengan cara lain seperti berkerjasama dengan provider celuller misalnya,” ujar Imer.

Sementara itu, General Manager (GM) PT PLN (Persero) Distribusi Lampung Irwansyah tidak merespons secara gambang soal sosialisai yang dilontarkan para senator tersebut. “Untuk sosialisasi seputar pemadaman nanti akan kita tingkatkan. Tapi memang sampai saat ini untuk pengumuman serta pemadaman terfokus pada 123 yang saat ini masih ditekel oleh operator di Surabaya,” terang Irwansyah. (Septa Herian Palga)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar