DPRD Tegaskan Kawal Pengadaan Traktor Disbun

Jumat, 04 September 2015
Gambar Gedung DPRD Lampung. Sumber: Lampungku.com

Bandarlampung, Lampung Centre – DPRD Lampung menegaskan akan mengawal indikasi dugaan Markup pengadaan 19 unit traktor milik Dinas Perkebunan Provinsi Lampung tahun anggaran 2015 dengan pagu Rp18,50M mulai dari spesifikasi barang hingga proses pengalokasian barang. Selain itu, jika indikasi markup yang ramai diberitakan media masa tersebut benar, DPRD sangat setuju bila pengadaan ini menjadi prioritas lembaga penegak hukum.

Diberitakan sebelumnya, bila pengadaan traktor type New Holland 76105-4WD (105HP) terjadi selisih harga Rp95 juta/unit. Sebab jika pagu Rp18,50M dikurang PPN-PPH sebesar 11,5 persen, serta keuntungan rekanan sesuai Perpres maksimal 15 persen kemudian dibagi 19 unit, harga satuan yang timbul yakni Rp718juta. Sementara harga satuan untuk jenis tersebut yang tertera dalam e-catalog Rp622juta.

Sekretaris Komisi II DPRD Lampung Joko Santoso mengatakan bila harga satuan untuk traktor New Holland 76105-4WD (105HP) milik Altrak1978 selaku perusahaan yang menurut Disbun memanangkan tender ialah Rp662 juta. Namun, kata Joko, menurut pengakuan Disbun harga tersebut hanya traktor polos tidak termasuk garu (alat pengeruk). “Sementara menurut pengakuan Disbun harga garu Rp33juta, dan ada tiga jenis garu untuk perunit traktor,” terang Joko, kemarin.

Untuk membenarkan apakah benar ada indikasi markup pada pengadaan traktor itu, DPRD Lampung nantinya akan mengecek spesifikasi traktor tersebut. Jika pada spesifikasi traktor itu ditemukan kejanggalan DPRD senada dengan Serikat Pemuda dan Mahasiswa Anti Korupsi (Serempak) agar lembaga penegak hukum melakukan pendalaman pada pengadaan ini.

“Untuk saat ini kami belum bias memastikan ada indikasi markup atau tidak, untuk itu nanti akan kita kroscek spesifikasinya sesuai atau tidak. Jika nanti ditemukan ada indikasi, kami sepakat aparat penegak hukum tindak lanjuti dugaan ini,” tegasnya. (Septa Herian Palga/LC)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar