DPRD Terkejut Kepsek SMK Pelesiran Ke Singapura dan Malaysia

Jumat, 01 Februari 2019

Bandarlampung (Lampung Centre) – Anggota DPRD Lampung mengaku kaget dengan adanya agenda pelesiran ke Singapura dan Malasyia yang dilakukan 60 Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Se-Bandar Lampung bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung.

Pernyataan itu disampaikan Anggota Komisi V DPRD Lampung, Yanuar, Kamis (31/1). Menurut sepengetahuan Politisi PDI-P ini, dalam pembahasan APBD 2019 tidak pernah dibahas agenda pelesiran 60 Kepala Sekolah SMK ke Negeri Jiran.

“Kita harus tahu keberangkatan mereka itu untuk apa, dan sumber anggarannya dari mana. Karena dalam APBD setahu saya kita tidak pernah membahas masalah itu,” kata Yanuar, Kamis (31/1) malam.

Jika memang keberangkatan puluhan kepala sekolah itu pelatihan, kepentingannya seperti apa? Dan yang terpenting harus ijin dengan atasan, apalagi keberangkatannya ke luar negeri,” terusnya.

Menyikapi persoalan ini, Yanuar mengaku akan mempelajarinya untuk kemudian dibahas di lembaga legislatif.

Diketahui, kegiatan pelesiran 60 Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Se-Bandar Lampung juga diduga ilegal. Pasalnya, pihak terkait diduga belum melayangkan surat permohonan ijin secara tertulis kepada Pemerintah Provinsi Lampung.

Plt. Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Hamartoni Ahadis membenarkan telah mengetahui agenda keberangkatan puluhan kepala sekolah SMK ke Singapura dan Malaysia. Namun pemberitahuan baru disampaikan secara lisan, bukan melalu surat tertulis.

“Kalau kegiatan tersebut saya sudah tahu, karena memang pernah ada komunikasi terkait kegiatan edukasi itu,” jelas Hamartoni Ahadis saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (30/1).

Sementara, ketika ditegaskan mengenai izin tertulis dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung, Ia mengatakan akan melakukan crosscheck terlebih dahulu. “Mungkin sudah tapi coba saya cek terlebih dahulu,” singkatnya.

Diketahui, puluhan Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Se-Kota Bandar Lampung bertandang ke Singapura dan Malaysia.

Dikabarkan, rombongan kepala sekolah beserta pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung itu baru akan kembali ke Bandar Lampung, Rabu (30/1) pagi tadi.

Keberangkatan puluhan kepala sekolah ke Negeri Jiran itu, dibenarkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Sulpakar ketika ditanya pihak wartawan.

Mantan Pj Walikota Bandar Lampung itu beralasan keberangkatan puluhan kepala sekolah SMK se-Bandar Lampung tersebut dalam rangka penyesuaian kurikulum kejuruan dengan industri.

“Mereka berangkat dalam rangka Macthing Competency Development atau Penyelarasan dan Pengembangan Kejuruan di SMK dengan Industri,” kata Sulpakar kepada wartawan, Selasa (29/1).

Ia menjelaskan, kepergian itu bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan para kepala sekolah SMK untuk menciptakan lulusan tingkat kejuruan yang mampu bersaing dalam pasar bebas Asean.

“Selain itu memberikan wawasan juga kepada kepala SMK untuk penyesuaian lulusan SMK untuk bisa bekerja di pasar bebas Asean,” terusnya.

(Rls/red)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar