Dua Pejabat Diskes Lampung dan Satu Rekanan Ditetapkan Tersangka Korupsi Pusling

Rabu, 20 April 2016

Lampung Centre – Pernyataan Kasipenkum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung, Yadi Rahmat, Rabu (6/4) lalu, bahwa Kejati Lampung akan mengundang wartawan saat mengumumkan tersangka pengadaan ambulans puskesmas kesehatan keliling di Dinas Kesehatan Provinsi Lampung tahun anggaran 2012 sebesar Rp 8 miliar tidaklah omong kosong.

Kajati Lampung, Suyadi mengatakan, penyidik telah menetapkan tiga tersangka yakni, WA selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek tersebut, LHP selaku Kepala Pokja ULP Diskes Provinsi Lampung, serta HK selaku rekanan. Ditetapkan ketiganya sebagai tersangka setelah Kejati Lampung melakukan gelar perkara kasus itu sekitar seminggu yang lalu.

“Kejati telah meningkatkan status perkaranya dari penyelidikan menjadi penyidikan. Ketiga tersangka berperan dalam proyek tersebut. Modus yang digunakan ketiganya yakni mark-up harga puskesmas keliling dalam pengajuan HPS dari harga yang sebenarnya,” jelas Suyadi di sela-sela acara cooffee morning Kejati Lampung bersama wartawan cetak, elektronik dan media online di kantor Kejati Lampung, Rabu (20/4).

Menurut Suyadi, kasus proyek pengadaan berupa lima unit ambulans dan sejumlah mobil kesehatan keliling, diperuntukan kepada sejumlah puskesmas di beberapa kabupaten Provinsi Lampung. ”Harga dalam pengajuannya tidak sesuai dengan harga aslinya, sehingga menimbulkan kerugian negara,” ujar Suyadi.

Suyadi di beberapa media massa beberapa waktu lalu menyatakan bahwa jaksa yang tergabung dalam Satgasus Kejati Lampung sedang melakukan pendalaman kasus proyek pusling di Diskes Lampung bernilai Rp 8 miliar yang bersumber dari APBN 2012. “Proyek puskesmas keliling ini murni temuan Kejaksaan Tinggi Lampung. Kami sedang melakukan pendalaman perkara dan penyidikan umum untuk menguatkan alat bukti yang ada,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Pidana Khusus (Adpidsus) Kejati Lampung, Robert Tacoy menambahkan, proyek itu dari perkiraan perhitungan Kejati Lampung menelan kerugian negara sebesar lebih dari satu miliar. Akantetapi, untuk mendapatkan secara rinci, Robert mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil audit BPKP Lampung.  ”Itu baru perhitungan kami lebih dari satu miliar. Kita tunggu saja hasil audit laporan BPKP Lampung. Penyidik juga masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan pemeriksaan tersangka lebih lanjut,” pungkas Robert.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana belum bisa dimintai keterangan terkait hal ini. Menurut beberapa pegawai di Diskes Lampung Reihana dan beberapa pejabat eselon lainnya sedang berada di luar kota. Dicoba dihubungi ke nomor handpone-nya, Reihana juga tidak bisa dihubungi. (Iwan Kodrat)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar