Dua Terduga Pelaku Mutilasi M.Pansor Tertangkap

Rabu, 27 Juli 2016
Ilustrasi. Gambar: Ist

Lampung Centre – Polda Lampung dikabarkan berhasil mengungkap kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap anggota DPRD Kota Bandar Lampung, M Pansor yang jasadnya ditemukan di Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan pada Mei 2015 lalu.

Berdasarkan informasi di Polda Lampung, polisi bahkan menangkap dua orang yang diduga terlibat dalam pembunuhan disertai mutilasi terhadap M Pansor. Keduanya saat ini menjalani pemeriksaan.

Satu dari dua terduga itu merupakan oknum polisi berinisial MA berpangkat brigadir. MA diketahui bertugas di Polresta Bandar Lampung. Satu terduga lainnya berinisial TA, pekerja salah satu warung di daerah Way Halim, Bandar Lampung.

Saat dikonfirmasi mengenai penangkapan dua orang tersebut, Kapolda Lampung Brigadir Jenderal Ike Edwin masih enggan memberikan penjelasan dengan alasan masih dilakukan penyidikkan atas kasus itu.

“Kami masih mencocokkan data-data yang didapat dari hasil penyelidikan. Jika memang ada kecocokan data, akan diberitahu siapa pelaku pembunuhan anggota dprd,” kata Kapolda.

Seperti diberitakan, potongan jasad yang ditemukan di aliran sungai di kawasan Ogan Komiring Ulu (OKU), Sumatera Selatan terungkap sebagai M. Pansor setelah pihak kepolisian melakukan tes DNA dengan anak anggota DPRD itu.

Sementara dari hasil visum, korban dimutilasi saat masih hidup. Hal itu diperjelas dengan adanya tanda darah di ujung kromosom tulang yang terpotong.

“Diduga korban dimutilasi masih dalam keadaan hidup. Karena dilihat dari ujung sel darahnya timbul. Jika dalam keadaan setelah meninggal baru dimutilasi, sel darahnya tidak akan timbul,” kata Kabid Dokkes Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Soesilo Pradoto, Senin, 30 Mei 2016.

Tak cuma itu, menurut Soesilo, kuat dugaan bila senjata yang digunakan pelaku memutilasi anggota DPRD Lampung tersebut tidak tajam. Ini ditunjukkan dengan bekas potongan tubuh yang terlihat kasar. “Pisau atau parangnya tidak terlalu tajam, karena potongannya tidak halus,” katanya.

Potongan tubuh M Pansor awalnya ditemukan di perairan Ogan Komering Ulu Timur oleh warga sekitar yang sedang memancing pada 19 April 2016 lalu. Saat itu warga melihat potongan kaki korban tersangkut di ranting pohon.

Lalu, warga menghubungi Polisi, sehingga dilakukan pencarian. Tak jauh dari lokasi potongan kepala, tangan dan kaki kiri kembali ditemukan.

Seluruh potongan tubuh M Pansor langsung dibawa ke ruang kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. Saat itulah terungkap jika dari hasil tes DNA menunjukkan bahwa korban mutilasi tersebut adalah M Pansor anggota DPRD asal Provinsi Lampung. (dbs)

 

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar