Dugaan Saudara Ketua Bawaslu Jadi TS Arinal-Nunik Sampai Ke MK

Selasa, 24 Juli 2018

Bandarlampung (Lampung Centre) – Sikap dan keputusan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Lampung dalam melakukan fungsi pengawasan dan menindak pelanggaran pemilu yang diduga berpihak pada paslon Arinal Djunaidi – Chusnunia Chalim (Arinal-Nunik) berujung pelaporan dari beberapa pihak ke berbagai lembaga, termasuk pihak berwajib.

Selain Posko Demokrasi yang berniat melaporkan Panwas kabupaten/kota ke polres, dan Bawaslu ke Polda, Mabes Polri dan DKPP. Kedua tim kuasa hukum pasangan nomor urut 1 Ridho Ficardo – Bachtiar Basri dan nomor urut 2 Herman HN – Sutono juga turut melaporkan dan membeberkan alasan tidak netral Bawaslu Lampung ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Kuasa Hukum pasangan nomor 1, Ahmad Handoko menilai, selama tahapan pilkada kerja Bawaslu Lampung dalam melakukan pengawasan dan penindakan pelanggaran pemilu selalu menguntungkan pasangan Arinal-Nunik. Pihaknya mencurigai, terdapat peran dan campur tangan saudara dari Ketua Bawaslu Lampung Fatikatul Khoiriyah yang disebut-sebut menjadi salah satu tim pemenangan Arinal-Nunik.

Sehingganya, selain mendaftarkan sengketa Pilgub Lampung, Ahmad Handoko juga turut melaporkan keterlibatan saudara ketua Bawaslu Lampung yang menjadi tim pemenangan Arinal-Nunik ke MK.

“Diantaranya keterlibatan Fatikhatul Khoiriyah yang juga ketua majelis sidang TSM. Karena, salah satu tim keluarga beliau (Fatikhatul) adalah tim kampanye paslon nomor urut 3. Laporan ini baik secara langsung maupun tidak langsung sudah diterima MK,” kata Ahmad Handoko, Senin (23/7).

Ia berharap, dengan adanya laporan tersebut MK dapat memenuhi harapan rakyat yang sama seperti pada sidang TSM di Bawaslu Lampung beberapa waktu lalu, yakni mendiskualifikasi dan menggelar Pilgub ulang.

“Harapan kami masih sama ketika sidang TSM lalu, yakni diskualifikasu paslon Arinal-Nunik, dan menggelar ulang Pilgub Lampung,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Posko Demokrasi dalam waktu dekat akan melaporkan panitia pengawas pemilu (panwaslu) kabupaten/kota ke polda Lampung. Laporan itu merupakan tindaklanjut atas dugaan politik uang yang dilakukan oleh pasangan Arinal-Nunik.

Koordinator Posko Demokrasi, Risma Yanti Borthon, menilai Bawaslu beserta panwaslu diduga melakukan pelanggaran pasal 29 UU no 1 tahun 2015 tentang kewajiban-kewajiban pengawas pemilu lantaran terkesan tidak serius menindak lanjuti dugaan politik uang yang dilaporan masyarakat.

“Pada point C menerangkan, bawaslu wajib menerima dan menindaklanjuti laporan yang berkaitan dengan dugaan adanya pelanggaran terhadap pelaksanaan peraturan perundang-undangan mengenai Pemilihan,” ujar dia, Minggu (22/7) malam.

Risma menjelaskan, didampingi 34 Pengacara dan 3 Praktisi Hukum dia bakal melaporkan panwaslu tiga kabupaten kota ke Polda Lampung, karena diduga telah melakukan pembiaran terhadao laporan masyarakat soal pidana politik uang yang dilakukan paslon 3.

“Langkah awal kita akan laporkan panwaslu Bandarlampung, Lampung Selatan, Pesawaran,” kata dia.

Melihat realitas dilapangan, lanjutnya, politic uang yang dilakukan oleh paslon Arinal-Nunik sebegitu Terstruktur, Sistematis dan Masif (TSM). Namun banyaknya Laporan masyarakat ke Panwas yang dimentahkan dan tidak ada tindak lanjut karena hanya berdasar pada Keadilan Prosedural.

“Jelas ini adalah Bukti nyata Bawaslu Lampung beserta jajarannya di kabupaten kota melanggar Pasal 29 UU NO. 1 tahun 2015, dengan melakukan pengabaian terhadap Laporan Masyarakat terkait adanya Money Politic,” ujar dia.

Perilaku pembiaran yang dilakukan oleh bawaslu, terhadap laporan masyarakat soal politik uang bisa di pidanakan. Ini diatur dalam UU no 10 tahun 2016 pasal 193B ayat 1.

“Ketua dan/atau anggota Bawaslu Provinsi yang melanggar kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 12 (dua belas) bulan dan paling lama 144 (seratus empat puluh empat) bulan dan denda paling sedikit Rp12.000.000,00 (dua belas juta rupiah) dan paling banyak Rp144.000.000,00 (seratus empat puluh empat juta rupiah),” jelas dia. (*)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar