Eep Saefullah Tegaskan PolMark Tinggalkan Lampung Berjaya, Kemenangan Arinal-Nunik Musnah

Sabtu, 21 April 2018
Pendiri PolMark Eep Saefullah Fatah. (Foto: net)

Bandarlampung (Lampung Centre) – Pendiri PolMark Indonesia Eep Saefulloh menegaskan benar bahwa pada Senin 16 April 2018, Pimpinan PolMark Indonesia memutuskan tidak melanjutkan pendampingan political marketing bagi Paslon nomor urut 3, Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim (Nunik).

Namun demikian Eep Sasfulloh enggan merinci apa penyebab perpisahan antara lembaga yang dipimpinnya tersebut dengan calon gubernur nomor urut 3 Arinal-Nunik.

Melalui rilis Eep Saifulloh mengatakan atas nama etika dan profesionalisme sebagai lembaga riset dan konsultasi political marketing, kami tidak pernah menjelaskan, terlebih-lebih secara detail, alasan-alasan penghentian kerja sama itu kepada pihak manapun yang tidak ada kaitan hubungan pertanggungjawaban profesional dengan kami.

Kemudian Eep melanjutkan kami juga tidak pernah memaparkan secara internal kepada unsur-unsur di dalam kerja pemenangan Paslon yang diusung Partai Golkar, PKB dan PAn itu mengenai alasan-alasan penghentian kerja sama tersebut, terlebih-lebih secara detail.

“Saat ini beredar gambar yang formatnya seperti salinan pesan WA yang menjelaskan penghentian kerja sama PolMark Indonesia dengan Paslon nomor 3 beserta alasan atau latar belakangnya. Kami tegaskan bahwa jika benar ada pesan WA seperti itu maka pesan itu sama sekali tidak bersumber dari pihak kami, tidak ada kaitan dengan kami dan sama sekali tidak mewakili pandangan dan kepentingan PolMark Indonesia. Kami juga tidak tahu menahu dan tidak berkaitan dengan peredaran salinan pesan WA itu. Dan karena muatan di dalam pesan itu tidak bersumber dari kami, maka tentu saja kami tidak bertanggung jawab sama sekali atasnya,” paparnya.

Sebelumnya diberitakan, beredar pesan WhatsApp yang menjelaskan bahwa PolMark berhenti mendampingi Arinal-Nunik disebabkan dalam proses kerja yg dilakukan saat ini ada pemodal besar dengan kepentingan yang tidak sejalan dengan idealisme Polmark Indonesia, yang terus mengganggu strategi yang sudah disepakati antara PolMark dan Arinal-Nunik.

Terpisah, Pengamat Politik Universitas Sriwijaya Dr. Zainudin Rasyid menilai pasti ada hal prinsif yang tak sejalan sehingga terjadi perceraiam antara PolMark dan Arinal-Nunik.

Terkait peluang Arinal-Nunik di Pilgub Lampung, Dr. Zainudin Rasyid menilai bahwa peluang Cagub nomor urut 3 di Pilkada Lampung tersebut untuk menjadi pemenang semakin tipis.

“Seperti pesawat yang ditinggal pergi pilotnya, pasti pesawat tersebut akan jatuh. Begitu juga mereka, ¬†pasti akan menghadapi masalah besar. Terlebih pencoblosan tinggal menghitung hari,” tegasnya melalui pesan singkat. (Septa Herian Palga)

 

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar