Empat Negara Sahabat Semarakkan Jelajah Layang-layang

Sabtu, 27 Agustus 2016
jelajah Layang-layang rangkaian Festival Krakatau 2016. foto: Ist

Lampung Centre – Sebanyak empat Negara sahabat seperti Malaysia, Singapura, Thailand dan Prancis semarakan Jelajah Layang-layang yang merupakan salah satu rangkaian kegiatan Festival Krakatau 2016.

Kegiatan yang dilaksanakan di Stadion Sumpah Pemuda PKOR Way Halim, Kamis (25/8), sempat mencuri perhatian masyarakat Bandarlampung karena banyak menampilkan beraneka ragam jenis layang-layang dengan berbagai bentuk dan ukuran raksasa.

Layang-layang yang dipentaskan dalam rangkaian festival krakatau. foto: ist

Layang-layang yang dipentaskan dalam rangkaian festival krakatau. foto: ist

Bentuk layang-layang yang ditampilkan pada acara yang digelar hingga Jum’at (26/8) ini antara lain berbentuk Teddy Bear, Wayang, Gatot Kaca, Gurita, Kuda, Dinosaurus, Naga, Kupu-kupu, Ikan Hiu, Lumba-lumba, Pancasila hingga Siger Lampung.

Koordinator Peserta Jelajah Layang-layang Festival Krakatau 2016 Tinton Prianggoro menyebutkan setidaknya ada sekitar 80 layang-layang yang berasal dari Negara sahabat serta beberapa provinsi seperti Riau, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Lampung. “Para peserta sengaja membawa sendiri layang-layang karya terbaiknya untuk masyarakat Lampung,” kata Tinton.

Festival Layang-layang dalam rangkaian festival kraktau 2016. foto: Ist

Festival Layang-layang dalam rangkaian festival kraktau 2016. foto: Ist

Jelajah Layang-layang diselenggarakan dari pukul 10.00 hingga 21.00 wib tersebut dihadiri oleh para pejabat pemprov dan pemerintah kabupaten/kota se-Provinsi Lampung serta para temu undangan. Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten II Bidang Pembangunan Adeham pada pukul 17.00 wib.

Dalam sambutannya Adeham menyebutkan, dimasukannya layang-layang dalam pelaksanaan Festival Krakatau 2016 karena selain diminati seleuruh lapisan masyarakat dari berbagai usia, layang-layang juga mempunyai nilai budaya yang sangat tinggi.

“Layang-layang mempunyai nilai yang sangat tinggi karena setiap daerah dari Sabang sampai Marauke memiliki sejarah tentang layang-layang. Selain itu setiap daerah di Indonesia mempunyai ciri khasnya masing-masing,” kata Adeham.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung Choiria Pandarita mengatakan dengan diadakannya festival layang-layang ini Pemprov Lampung berharap masyarakat merasa terhibur dan mengenal berbagai jenis layang-layang dari berbagai penjuru di Indonesia.

Berbagai macam model layang-layang ditampilkan dalam festival krakatau 2016. foto: Ist

Berbagai macam model layang-layang ditampilkan dalam festival krakatau 2016. foto: Ist

“Kita ingin memberikan hiburan untuk seluruh masyarakat dari muali anak-anak hingga dewasa dengan tidak mngurangi nilai-nilai kebudayaan,” terang dia.

Diketahui, selain menampilkan beraneka ragam jenis layang-layang deberbagai ukuran kegiatan ini juga menpertunjukan artaksi joget layang-layang revolusi yang dilakukan empat pelayang dari, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Malaysia. Selain itu digelar juga workshop dengan mengajak anak-anak melukis layang-layang yang telah dibagikan. Selain itu digelar juga lomba foto amatir layang-layang untuk masyarakat Lampung. (Inforial)

 

 

 

 

 

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar