FPKGL Deklarasikan Golkar Lampung Dibawah Kepemimpinan Alzier, Bukan Arinal

Selasa, 21 November 2017
Gambar Ilustrasi. (Sumber: Ist)

Lampung Centre – Paska diciduknya Ketua Umum DPP Golkar Setya Novanto oleh KPK, genderang perang di DPD I Golkar Lampung kembali bertabuh. Kepengurusan partai dibawah kepemimpinan M.Alzier Dianis Thabrani mendeklarasikan diri sebagai pengurus resmi partai politik tertua untuk wilayah “Sai Bumi Ruwa Jurai”.

Forum Penyelamat Kewibawaan Partai Golkar Lampung (FPKPGL) menegaskan kepengurusan partai berlambang pohon beringin yang sah tetap dibawah kepemimpinan M.Alzier Dianis Thabranie.

Penegasan kepengurusan tersebut didasari surat keputusan DPP Partai Golkar nomor: KEP-069/DPP/GOLKAR/XII/2015 dengan masa bhakti 2015-2020 yang ditandatangani oleh Ketua Umum Aburizal Bakrie dan Sekretaris Jenderal, Idrus Marham.

“Silahkan saja kalau ada yang mengaku pengurus partai Golkar, karena ini keputusan dari DPP,” Kata Ketua FPKPGL, Indra Karyadi, di Kantor DPD I Golkar Lampung, Senin (20/11).

Jika ada pihal lain seperti kubu Arinal Djunaidi mengklaim sebagai pengurus sah, FPKPGL mengajak untuk menyelesaikan permasalahan ini secara terbuka. Baik melalui proses adminstrasi ataupun lembaga peradilan.

“Kalau merasa ada hak sebagai pengurus, kita bertemu di pengadilan. Karena SK itu untuk masa bhakti lima tahun,” ucapnya.

Selain itu, sambung dia, setelah deklarasi ini pihaknya akan melakukan konsolidasi hingga ke tingkat desa terkait langkah partai Golkar kedepan dalam rangka persiapan menghadapi pilgub 2018, pileg dan pilpres 2019 memdatang. “Kita akan segera konsolidasi ini ke DPD hingga ke tingkat desa,” ucapnya.

Sementara itu, Talen Sembiring salah satu pengurus DPD I Partai Golkar Lampung mengajak seluruh pengurus untuk aktif kembali di kepengurusan partai. “Bahwa kita harus aktif dan siap setiap hari hadir, saya akan menghadapi mereka. Bagaimanapun Ketua DPD Partai Golkar Lampung dibawah ketua Bang Alzier dan kita (kader) harus aktif  mengadakan kegiatan,” ucapnya.

Dilain disisi, Jika ada pihak yang merasa berkeberatan dengan adanya SK tersebut, maka ia mempersilahkan untuk mengajukan gugatan ke mahkamah partai. “Silahkan ajukan gugatan ke MK Partai. Karena semua ada mekanismenya,” pungkasnya.

Terpisah, Abdul Gani pengurus partai Golkar Lampung Selatan mengatakan, selaku loyalis Alzier dirinya dan rekan-rekan selama ini memang tidak mengakui kepengurusan Arinal Djunaidi. Menurutnya, Alzier adalah Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Lampung yang sah. Hanya saja ia dizolimi oleh orang-orang berhati busuk. “Bang Alzier tetap ketua kami. Beliau dizolimi,” tegasnya.

Senada diutarakan Pengurus partai Golkar Kota Bandar Lampung Hasanudin, ia berpendapat bahwa Arinal bukanlah sosok yang pantas memimpin Golkar. Sebab, partai golkar adalah partai besar yang membutuhkan sosok pemimpin yang mampu merangkul seluruh kader dan simpatisan partai.

“Lebih dari 10 tahun Golkar Lampung ini dipimpin oleh Bang Alzier, selama ini golkar adalah partai yang bermartabat. Namun setelah dipimpin oleh Arinal Djunaidi, Golkar saat ini tidak berwibawa dan terkesan menjadi antek kapitalis. Golkar tak lagi idialis, namun menjadi oportunis dan dapat dibeli dengan uang oleh kapitalis,” urainya.

Intinya, imbuh hasanudin, kami akan terus berjuang, dan sampai hari ini kami adalah pengurus partai Golkar yang sah, dibawah kepemimpinan Bang Alzier Dianis Tabrani. “Arinal bukan pimpinan kami. Jika Bang Alzier saja dulu bisa dilengserkan, apalagi Arinal yang baru seumur jagung,” tuntasnya. (biinar/red)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar