FPKPGL : Setelah Munaslub Golkar Depak Arinal

Rabu, 13 Desember 2017

Lampung Centre – Singgasana Arinal Djunaidi dalam memimpin DPD I Golkar Lampung tampaknya akan segera berakhir. Isu tersebut semakin menguat pasca rencana DPP akan menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) agar dapat melahirkan pemimpin baru yang bisa menata Golkar menggantikan tersangka korupsi E-KTP, Setyo Novanto.

“Ketika ada Munaslub, maka akan terjadi perubahan besar di struktur Partai Golkar, baik tingkat DPP maupun daerah. Karena harus diingat proses saat Arinal menjabat ketua DPD I Partai Golkar di masa kepemimpinan Setyo Novanto,” Kata Ketua Forum Penyelamat Kewibawaan Partai Golkar Lampung (FPKPGL), Indra Karyadi, seperti yang dikutip fajarsumatera.com, Rabu (13/12).

“Jadi kalau ketua umum DPP Partai Golkar nantinya  tidak satu gerbong dengan Setnov, maka tidak menutup kemungkinan, sekitar 80-90 persen akan ada Musdalub di Lampung dan provinsi lainnya. Terutama provinsi atau daerah yang menggelar Musdalub saat Setnov menjabat. ” ucapnya.

Perubahan posisi ketua DPP Partai Golkar dari Aburizal Bakrie ke Setnov beberapa waktu lalu, melahirkan perubahan dibeberapa provinsi atau daerah yang juga menggelar Musdalub.

“Saat Pak Aburizal Bakrie menjabat sebagai ketua DPP Partai Golkar, pak M.ALzier Dianis Thabrani saat itu masih menjabat sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Lampung. Namun, ketika Setnov, menjabat sebagai ketua DPP Partai Golkar Lampung, maka terjadi pergantian di kursi ketua DPD I Partai Golkar Lampung,” tegasnya.

Selain itu, berdasarkan Ad/Art Partai Golkar, Musdalub bisa terjadi jika dua pertiga DPD II Partai Golkar Lampung menginginkan adanya pergantian posisi ketua DPD I Partai Golkar Lampung, maka akan terjadi Musdalub.

” Ada 11 DPD II  yang juga loyalis M.Alzier Dianis Thabranie siap mengusulkan Musdalub setelah terselenggaranya Munaslub. Tetapi Saya tidak bisa menyebutkannya, karena  karakter politik kader partai Golkar kebanyakan main aman dan relatif menahan diri. Kita tunggul saja tanggal mainnya setelah Munaslub,” ucapnya.

Di lain sisi, Sosok Arinal Djunaidi telah gagal selama memimpin DPD I Partai Golkar Lampung, karena ada beberapa faktor, pertama tidak menjalankan juklak 06 tentang penjaringan calon kepala daerah. Kedua, tidak berjalannya konsolidasi sampai tingkat bawah karena sibuk dengan agenda politik seperti menghadiri kegiatan wayangan menuju pilgub.

“Akhirnya agenda partai Golkar Lampung menjadi terbengkalai atau dikesampingkan,” ungkapnya.

Ia berharap, DPD I Partai Golkar Lampung dapat melahirkan sosok pemimpin yang bisa memajukan, membesarkan dan mengembalikan kejayaan Partai Berlambang pohon beringin ini.

“ Bang Alzier tidak terlalu berambisi menjabat ketua DPD I Partai Golkar Lampung lagi, karena sudah 3 periode dan kemungkinan akan ke DPP. Saat ini, hati bang Alzier terpanggil melihat situasi Golkar terpuruk dipegang oleh Arinal dan beliau (Alzier) menginisisasi atau membuka jalan bagi politisi muda untuk menjabat sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Lampung,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris DPD 1 PG Lampung, Supriyadi Hamzahmenyampaikan bahwa pelaksanaan Munaslub di DPP tidak akan berdampak pada pelaksanaan Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) di Lampung.

“Kalau bicara aturan, berarti kita berbicara tentang peraturan kelembagaan, jadi Musdalub lalu memunculkan keputusan Arinal Djunaidi sebagai ketua DPD I Partai Golkar sudah sesuai dengan tahapan dan mekanisme yang sesuai Ad/Art maupun tata tertib,” ungkapnya.

Selain itu, tidak adanya dasar untuk menggelar Musdalub partai Golkar di Lampung. Karena Arinal Djunaidi selaku ketua DPD I Partai Golkar Lampung tidak berhalanan tetap, tidak mengundurkan diri bahkan tidak melakukan perbuatan tercela dan tidak ada aturan pemberian sanksi untuk Arinal. “Jadi tidak akan ada perubahan apapun. Tetap bang Arinal,” pungkasnya. (fajarsumatera/red)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar