Grand Modern Sukses Gelar Lampung Fair, Yustin: Masyarakat Merasakan Manfaat

Sabtu, 30 Desember 2017

Lampung Centre – Ibu Yustin Ridho Ficardo menilai masyarakat mulai merasakan manfaat Lampung Fair 2017 yang diselenggarakan PT Grand Modern. Selain sebagai sarana hiburan juga meningkatkan geliat Usaha Kecil dan Menengah (UKM), serta partisipasi kalangan dunia usaha.

“Saya lihat dari awal pembukaan sampai akhir penutupan sungguh luar biasa antusias masyarakat untuk mengujungi Lampung Fair. Ini merupakan moment cukup baik karena memasuki hari libur anak sekolah, jadi di isi dengan kegiatan bermanfaat,” ujar Yustin menjelang penutupan Lampung Fair, Jum’at (29/12), di PKOR Way Halim.

Menurut Yustin, Lampung Fair juga meningkatkan peran serta ini UKM-UKM di Provinsi Lampung. Ekonomi kreatif njuga bisa memanfaatkan ajang tersebut.

“Untuk itu, ke depan pergelaran ‘Lampung Fair’ bisa diselenggarakan lebih baik lagi, yang baik kita perbaiki lagi, yang tidak baik kita tinggalkan. Kita terus tingkatkan dan prioritaskan keamanan dan kenyamanan pengunjung,” ujar Yustin.

Yustin juga sempat bertanya kepada pengunjung. Mereka menyampaikan terimakasih kepada Pemprov Lampung dan panitia penyelenggara yang telah menyajikan berbagai pertunjukan, serta memberikan kenyamanan dan keamanan selama Lampung Fair 2017 berjalan.

Acara Lampung Fair 2017 diselenggarakan pada tanggal 15 sampai 29 Desember 2017. Selama acara berlangsung masyarakat dari berbagai daerah di 15 kabupaten/kota sebagian berkunjung ke acara itu.

Sementara itu, Sukaryadi menjelaskan, sebagai Event Organizer (EO) Lampung Fair dia selalu memberikan suguhan yang terbaik kepada pengunjung dan pedagang. Sebab, lanjutnya, tugas EO adalah untuk menarik sebanyak mungkin pengunjung dan bagaimana memberikan fasiltas untuk pedagang.

“Salah satu jaminan saya adalah pedagang kaki lima. Tidak ada lagi salar, tidak ada lagi lapak, dan sebagainya,” jelasnya.

Sukaryadi mengatakan, hingga saat ini transaksi di Lampung Fair hampir Rp14 miliar bahkan lebih, diperkirakan hingga penutupan bisa mencapai Rp17-Rp18 miliar.

“Bahkan ada salah satu perusahaan mobil yang laku terjual hampir 14 unit, tidak perlu iklan ke kabupaten/kota, karena disini sudah mewakili 15 kabupaten kota,” katanya. (rls/red)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar