Gubernur Ridho Targetkan Daya Saing Lampung Masuk 10 Besar Nasional

Senin, 23 Oktober 2017
Foto: Humas Pemprov

Lampung Centre – Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo mengatakan teknologi dan inovasi menjadi kunci peningkatan daya saing daerah. Gubernur meminta agar daya saing Lampung yang naik dari posisi 25 ke 14 nasional bisa masuk 10 besar nasional.

 

“Ini dilakukan untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Lampung,” kata Gubernur, dalam sambutan yang disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi, Sutono, pada Peringatan Harteknas ke-22 dan Creativity Innovation Technology Entrepreneurship (CITE) Universitas Bandar Lampung (UBL), di Gedung Mahligai Agung Pascasarjana UBL, Senin (23/10).

 

Sutono menyampaikan hal tersebut selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Lampung 2015-2019. “Visi Provinsi Lampung menjadikan Lampung maju dan sejahteran 2019. Misi pertamanya adalah meningkatkan pembangunan ekonomi dan memperkuat kemandirian daerah,” kata Sutono.

 

Dalam menghadapi tantangan global, diperlukan penguasaan teknologi. “Menyadari ke depan semakin berat tanyangan dan rintangan yang harus dihadapi, saya percaya dengan menguasai iptek dan berani melakukan terobosan inovatif disertai etos kerja yang tinggi, kita mampu menghadapinya,” ujar Sutono.

 

Terhadap penggunan teknologi dalam memajukan perekonomian Lampung, Sutono, menuturkan produksi tapioka Lampung yang berkontribusi sebesar 60% dari produksi nasional dan dengan membangkitkan usaha kecil menengah yang merupakan sektor yang tahan terhadap hantaman krisis global, Provinsi Lampung berkomitmen mengurangi penjualan produk primer dan menghasilkan produk sekunder dengan sentuhan inovasi teknologi.

 

Selain itu, Pemprov Lampung melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda), mendorong Pemerintah Kabupaten/Kota mendukung pengembangan SDM dan kelembagaan kelitbangan. “Sampai saat ini terbentuk lima OPD kelitbangan dari seluruh Lampung,” kata Sutono.

 

Dia berharap Harteknas dapat menyebar ke seluruh penjuru negeri dan menjadi teknologi dan inovasi sebagai gerakan membangun karakter bangsa. “Tetap gelorakan inovasi, sehingga tumbuh kesadaran dan kebangkitan akan inovasi anak bangsa,” ujar Sutono.

 

Dalam sambutannya, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan SDM, Kementerian Kominfo RI, Basuki Yusuf Iskandar, mengatakan inovasi dan teknologi tidak terlepas dari Information and Communication Technologies (ICT) atau Teknologi Informasi dan Komunikasi. “Dari bermacam teknologi, saya yakin inovasi sekarang pasti ada keikutsertaan ICT, yang secara faktual mengubah segala sesuatu secara drastis. Untuk itu harus menyiapkan diri sebaik-baiknya,” ujar Basuki.

 

Basuki menuturkan ICT dapat membawa perubahan di semua sektor yakni ekonomi, politik, sosial, dan budaya. “ICT juga juga merupaka era peradaban baru yang akan terus muncul di masa yang akan datang, yang mana teknologi dapat mengentaskan kemiskinan dan kesenjangan antar wilayah, serta ekonomi digital yang sedang berkembang menjadikan Indonesia lebih sejahtera,” kata Basuki.

 

Dia berharap, kemajuan teknologi terutama ICT, masyarakat dapat memanfaatkannya secara produktif. “Pemanfaatan ICT kita masih bersifat konsumtif, baik secara ekonomi maupun sosialnya. Tantangan kita bagaimana menghadapi perkembangan ITC secara cerdas , artinya meminimalkan dampak negatif dan memaksimalkan manfaat yang ada,” ujar Basuki.

 

Sementara, Rektor UBL, Yusuf Sulfarano Barusman menyampaikan Harteknas adalah bentuk akomodir para peneliti, pemerhati, dan pengguna teknologi. “Selain memamerkan inovasi dan kreatifitas peneliti di Lampung, juga menunjukan peneliti Lampung juga tidak kalah bahkan bisa sejajar dengan peneliti tingkat dunia,” kata Yusuf.

 

Dalam acara tersebut, dibagikan hadiah Lomba Anugerah Inovasi Daerah Lampung yang dilaksanakan Balitbangda Provinsi Lampung. Untuk kategori peneliti, Juara Pertama diberikan kepada Yudha Trinoegraha Adiputra dan Margie Brite dari Universitas Lampung dengan judul karya yakni pembesaran lobster pasir dengan induksi hormon tiroksin.

 

Untuk kategori Umum, Juara Pertana diberikan kepada Suryo Kunindar, Ribut Eko Wahyono dan Ricky Nur Iskandar dari Mahasiswa Universitas Lampung dengan judul karya ‘Penerapan Teknologi Bioflok dengan Variasi Rasio C/N’ dan alat pemberi pakan otomatis berbasis mikrokontroler pada budidaya ikan lele sistem intensif. Sedangkan kategori pelajar, diberikan kepada Dini Ramadhani, Annisa Dwi Nursanti, dan Yuvi Dea Nisa dari SMA Negeri 1 Metro dengan judul karya ‘Pemanfaatan limbah daun serai sebagai alternatif bahan baku pembuatan kertas’. (rls/red)

 

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar