Gubernur Ridho Wujudkan 32 Tahun Mimpi Masyarakat Lampung Punya RTH

Selasa, 13 Februari 2018

 MASYARAKAT tersenyum ceria menikmati atraksi air mancur menari-nari bermandikan cahaya LED di Enggal Elephant Park (EEP) Sabtu (9/2) kemarin. Sejak lahirnya provinsi ini 32 tahun lalu, masyarakat baru memiliki RTH (ruang terbuka hijau) di jantung Kota Bandarlampung.

Anak-anak, remaja, hingga orang tua terlihat bahagia menikmati gratis RTH EEP sejak pagi hingga malam. Mereka berselfi ria, bermain skate board. basket, futsal, sepeda BMX, hingga duduk-duduk menikmati nuansa RTH berdesain modern.

Lapangan Enggal yang sebelumnya becek dan kumuh telah “di-make over” pada tiga tahun kepemimpinan Gubernur Ridho Ficardo. Lapangan bersejarah tersebut menjadi taman kota terbuka yang cantik dan sekaligus ikon baru provinsi ini.

Masyarakat dan para pengamat dari perguruan tinggi Universitas Lampung (Unila) sudah lama menyoal ketiadaan RTH di Kota Bandarlampung. Yang ada, hutan kota dan taman kota. Belum ada ruang terbuka hijau yang bisa menjadi lokasi gratis joging track dan rekreasi masyarakat.

Tampak masyarakat dari berbagai kalangan tengah menyaksikan atraksi air mancur Bermandi cahaya di RTH Enggal Elephant Park. (Foto: dok)

Terakhir, sastrawan dan pengamat menyoal ketiadaan RTH pada diskusi tentang “Culture Shock dalam Pembangunan Kota” yang digelar Lamban Sastra di Jl. Imam Bonjol No.544 A, Kemiling, Bandarlampung, setahun yang lalu, Sabtu (11/3/17).

Citra Persada, akademisi Unila, pada Rizky tersebut, sempat juga menyoal pesatnya pembangunan kota tanpa mengindahkan kebutuhan masyarakat akan RTH akan menjadi kota yang tak ramah bagi warganya.

Gunawan Handoko, tokoh pendidikan, bahkan sempat menulis di Inilampung.com soal kekagetannya ketika groundbreaking pusat perbelanjaan dan hiburan Transmart Carrefour di Wayhalim. “Pemerintah terkesan mengedepankan mall ketimbang mewujudkan RTH,” tulisnya.

Kini, mimpi tersebut terwujud sudah. Gubernur Ridho bersama istri dan anak-anak ikut menikmati bahkan berselfie ria bersama masyarakat pada hari pertama dibukanya Elephant Park. Mereka sekeluarga turut bergembira bersama masyarakat.

Pesona air mancur bermandi cahaya di Enggal Elephant Park. (Foto: dok)

Esoknya, Minggu (11/2), banyak keluarga bermain di lokasi tersebut. Para remaja yang biasanya bermain skateboard malam hari di Jl. Pangkal Pinang, Pasar Tanjungkarang, kini bisa mengekspresikan diri di tempat khusus skateboard.

Ada pula anak-anak bergembira dengan sepeda BMX . Bocah-bocah bersuka cita di lapangan basket dan futsal. Para remaja bersama teman-temannya berfoto dengan latar belakang berbagai lukisan realis ikon wisata Lampung. Ada pula tempat sholat dan toilet.

Malam hari pertama pembukaan EEP, para wanita senam gembira mengikuti irama dari sound syetem, berikut layar lebar LCD dan teknologi light emitting diode (LED) yang dipersembahkan Mika Musik Production asuhan Hary Kohar.

Lampu LED pertama dipakai di Stadion Allianz Arena, Munchen, Jerman dan saat Piala Dunia 2014 di Brasil. Mika Musik Production mempersembahkannya untuk masyarakat saat pembukaan Enggal Elephant Park.

Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo dan Ketua Tim Penggerak PKK Lampung Apriliani Yustin Ficardo berfoto di maskot Enggal Elephant Park. (Foto: dok)

Ridho Ficardo menyadari indeks kebahagiaan masyarakat Lampung masih tergolong rendah.  Dia berharap dengan kehadiran RTH mampu mengubah kawasan terbuka jadi lebih baik bagi masyarakat untuk melepas kepenatan, tempat bermain, dan sosialisasi masyarakat.

Secara keseluruhan revitalisasi ini sudah berjalan dengan baik, namun masih ada beberapa yang perlu perbaikan. “Kita berharap tahun ini revitaliasinya dapat terselesaikan dengan baik,” kata Gubernur muda tersebut.

Terimakasih Pak Gub, kami sekarang punya ruang terbuka hijau, ada air mancur bisa joget lagi. Tabik pun. (*)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar