Gubernur Ubah Pelayanan RSUDAM

Rabu, 06 September 2017
Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo. (sumber: Ist)

 

Lampung Centre – Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo mengubah total wajah pelayanan Rumah Sakit Abdul Moeloek. Tak hanya mengubah fisik dengan membangun gedung dan menambah peralatan canggih, Pemerintahan Gubernur-Wakil Gubernur Ridho Ficardo-Bachtiar Basri juga membenahi sumber daya manusia (SDM) agar memberikan layanan prima.

“Tidak ada gunanya dibangun gedung mewah dan peralatan canggih, tanpa ditunjang SDM berkualitas. Kuncinya justru di pelayanan itu. Maka, sejak awal saya meminta agar mutu pelayanan ditingkatkan, karena RSUDAM adalah wajah Gubernur Lampung,” kata Gubernur Ridho, di Bandar Lampung, Kamis (31/8/2017).

Sebagai tindak lanjut amanat Gubernur Ridho itu, pada Rabu (30/8/2017), manajemen RSUDAM mengukuhkan sejumlah jabatan seperti kepala instalasi, supervisor, kepala ruangan, dan koordinator ruangan. Menurut Ridho, setiap insan rumah sakit dapat berperan secara profesional di bidang masing-masing. “Hal ini bertujuan agar RSUDAM sebagai benteng terakhir Pemerintah Provinsi Lampung di bidang kesehatan dapat terwujud,” kata Gubernur Ridho.

Pengukuhan ini, menurut Direktur Utama RSUDAM, Hery Djoko Subandriyo, merupakan bentuk perhatian Gubernur Ridho atas kebutuhan sumber daya manusia yang tanggap, mumpuni, dan berdedikasi tinggi. “Semua akan dievaluasi secara terus menerus sebagai bagian dari pembinaan personil melalui mekanisme aturan yang berlaku,” kata Hery Djoko Subandriyo.

Selain di tataran manajemen, Gubernur juga meminta peningkatan kualitas tenaga perawat, bidan, dan farmasi. Menurut Hery, tenaga medis dan paramedis ini sangat vital dan strategis sebagai ujung tombak pelayanan. Untuk itu, pada 28–31 Agustus 2017, RSUDAM menggelar pelatihan pencampuran obat suntik bagi 600 paramedis.

Setiap angkatan terdiri dari 150 orang yang dipandu narasumber A. Famami dan Mirza Junando dari internal RSUDAM. Kedua instruktur ini pernah mengikuti pelatihan di Jakarta. Pelatihan ini diselenggarakan dengan target keselamatan pasien dan meningkatkan keterampilan serta pemahaman tenaga perawat, bidan, dan farmasi dalam pencampuran obat suntik (IV admixture).

“Rangkaian pelantikan pejabat dan pelatihan tenaga medis dan perawat, bidan, dan farmasi ini merupakan upaya total RSUDAM mengubah citra dan pelayanan bagi masyarakat. Sebagai ujung tombak terakhir pelayanan medis, targetnya agar pelayanan safety dan tepat guna dalam pemberian obat dan tercapai dengan optimal,” kata Hery Djoko Subandriyo. (Humas Prov)

Area lampiran

 

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar