Harga Karet Merosot Petani Beralih Ke Singkong

Senin, 22 Februari 2016
Ilustrasi Petani Karet

Bandarlampung, LC – Harga getah karet yang terus-menerus anjlok membuat para petani di beberapa kabupaten di Provinsi Lampung, seperti Tulangbawang dan Tulangbawang Barat memilih untuk menebagi tanaman karet milik mereka dan mengganti dengan tanaman singkong.

Penelusuran di Kabupaten Tulangbawang dan Tulangbawang Barat hingga Senin (22/2), menunjukkan ratusan hektare lahan kebun tanaman karet milik petani di daerah ini telah ditebang dan diganti menjadi tanaman singkong, menyusul harga getah karet yang terus merosot.

Menurut Budi (40), petani karet warga Kabupaten Tulangbawang yang mengelola lahan mencapai ratusan hektare di Kecamatan Banjar Agung, mengaku sejak awal telah ditanami karet dan saat ini masih memproduksi getah karet yang lumayan baik.

Namun belakangan dia merasakan membudidayakan tanaman karet tak lagi mampu mencukupi kebutuhan hidupnya, menyusul harga getah karet terus merosot.

Saat ini, katanya lagi, harga getah karet hanya Rp4.000 hingga Rp5.000 per/kg, sedangkan harga kebutuhan sehari-hari semakin meningkat.

“Penjualan getah karet 1 kg nggak dapat beras 1 kg, mas, jadi meskipun memiliki lahan karet tak ada gunanya,” ujar dia seperti yang dilansir Antara Lampung, Senin (22/2).

Karena itu, dia memutuskan untuk menebangi pohon karet itu, dan rencananya akan menggantinya dengan tanaman singkong. (Ant/red)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar