Herman HN Ingatkan Perusahaan Bayar THR Paling Telat H-10

Kamis, 09 Juni 2016
Walikota Bandarlampung Herman HN saat sidak Terminal Rajabasa. Foto: Humas Pemkot Bandarlampung

Lampung Centre – Walikota Bandarlampung Herman HN mengingatkan agar seluruh perusahaan yang ada di Bandarlampung untuk membayar tunjangan hari raya (THR) kepada karyawannya.

Orang nomor satu di Kota Tapis Berseri itu meminta manajemen perusahaan di daerah ini untuk membayarkan THR pada H-14 atau empat belas hari sebelum lebaran. “Paling telat H-10, THR karyawan swasta harus sudah terima agar mereka bisa membeli persiapan menyambut Lebaran,” kata dia di Bandarlampung, Kamis (9/6).

Ia mengatakan, THR itu sudah menjadi kewajiban bagi para pengusaha sehingga jangan sampai menunggu hingga H-7 baru dibayarkan. Terutama untuk para perusahaan yang bergerak di hiburan malam harus tepat waktu bayar THR. “Jika ada yang terlambat dalam membayarkan THR, karyawan silahkan buat laporan ke instansi terkait agar langsung direspons,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandarlampung Saad Asnawi meminta perusahaan di Bandarlampung wajib membayar THR paling lambat H-14. “Pembayaran THR untuk perusahaan swasta wajib dilakukan sebelum H-14, paling telat H-10,” kata dia.

Peraturan tersebut sesuai dengan perubahan Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenakertans) Nomor 4 tahun 1994, yang sebelumnya wajib membayar THR pada H-7, namun sekarang diubah menjadi H-14 atau dua minggu sebelum Lebaran.

Dia mengatakan untuk pembayaran THR kepada karyawan yang satu tahun bekerja, diwajibkan untuk menerima THR sebesar satu bulan gaji. Sedangkan untuk karyawan yang belum melewati satu tahun kerja, dibayar sesuai dengan ketentuan perusahaan. “Untuk yang bekerja belum genap satu tahun bisa dihitung juga dengan lamanya kerja per bulan, dan juga ketentuan kantor yang berlaku,” kata dia.

Ia menyebutkan, jika nantinya perusahaan tidak membayar THR sesuai dengan ketentuan maka bisa diberikan teguran sesuai dengan Undang¬† Undang (UU) Nomor 13 tahun 2003. ¬†“Yakni diberikan surat teguran, atau tindak pidana sesuai dengan sanksi pelanggaran upah,” katanya.

 

 

Sumber: antara

 

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar