Bongkar Muat di Pasar Tengah Diminta Dilakukan Malam Hari

Jumat, 26 Februari 2016
Walikota Bandar Lampung, Herman HN

Bandarlampung, LC – Wali Kota Bandarlampung Herman HN meminta para pemilik toko di Pasar Tengah dan Jalan Pangkal Pinang, untuk melakukan aktivitas bongkar muat barangnya pada malam hari. Hal ini untuk mengurangi kemacetan arus lalu lintas di kawasan bisnis yang menjadi pusat kota.
“Sebaiknya tidak dilakukan aksi bongkar muat barang saat jam sibuk, karena akan mengganggu lalu lintas kendaraan. Pemilik toko harus menyesuaikannya dengan kondisi kepadatan arus lalu lintas,” kata dia, Kamis (25/2).

Menurutnya, jika pemilik toko menurunkan barangnya di waktu jam padat, tentunya akan menambah kemacetan. “Saya mohon pengertian dan kerja sama para pengusaha tentang kondisi ini,” katanya.

Ia juga meminta para pemilik toko yang memiliki kendaraan roda empat, agar memarkirkan kendaraannya di luar kawasan pertokoan. “Bila perlu, kendaraannya di parkir di areal Pos Plaza. Jika lalu lintas lancar dan ada ruang untuk parkir sebentar, tentu pengunjung berminat berbelanja di kawasan itu,” katanya.

Herman HN juga meminta masyarakat untuk bersabar sehubungan kemacetan total yang terjadi sebagai dampak rekayasa lalu lintas mengubah arus lalu lintas dari satu arah menjadi dua arah berlawanan.

Diketahui, para pengguna jalan mengeluhkan penerapan rekayasa lalu-lintas di ruas Jalan Kartini menuju Jalan Teuku Umar dan Jalan Kotaraja di Kota Bandarlampung Provinsi Lampung yang dinilai justru menimbulkan kemacetan lebih parah dari sebelumnya.

Menurut sejumlah pengguna jalan, penerapan jalur baru dalam rangka rekayasa lalu-lintas yang semula bertujuan mengurai kemacetan di kawasan perdagangan dan pertokoan pusat ibu kota Provinsi Lampung itu, justru mengakibatkan kemacetan panjang hingga melewati RSUD Dr H Abdul Moeloek Bandarlampung.

Menurut salah satu warga, Ikhwan, rekayasa lalu-lintas itu justru menimbulkan kemacetan baru di ruas jalan lainnya, sehingga dia yang setiap hari harus mengantar anaknya menjadi terlambat karena terjebak kemacetan itu.

Sejumlah pengguna jalan lainnya juga mengeluhkan rekayasa lalu-lintas yang bertujuan mengurai kemacetan di pusat perdagangan Bandarlampung itu, malah berakibat hanya mengalihkan kemacetan ke ruas jalan lain di sekitarnya.

Keluhan itu diungkapkan warga pengguna sepeda motor maupun mobil, termasuk para sopir angkutan kota yang jalur operasional mereka diubah.

Keluhan juga diungkapkan para pengelola usaha perdagangan di sekitar Jalan Pangkalpinang dan Jalan Pemuda yang semula dilalui jalur angkutan umum dan diperkenankan kendaraan parkir di kawasan sekitarnya.

Mereka mengeluhkan, setelah penerapan rekayasa lalu-lintas itu, kini pengunjung dan konsumen ke pertokoan dan tempat berdagang mereka cenderung menjadi sepi. (ant/red)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar