IDI Bandar Lampung Imbau Masyarakat Tidak Asal Tuduh Malapraktik

Selasa, 05 Desember 2017
Gambar Ilustrasi. (Sumber: Ist)

Lampung Centre – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bandar Lampung meminta masyarakat cerdas dalam menyikapi setiap tuduhan malapraktik yang dilontarkan pasien kepada dokter atau tenaga medis ketika melakukan penanganan.

Ketua Umum IDI Bandar Lampung Dr. Prambudi Rukmono, Sp.A(K) mengatakan, masyarakat jangan mudah menelan isu tuduhan dugaan malapraktik yang kerap dilontarkan masyarakat kepada tenaga medis apalagi kepada dokter yang memiliki kopetensi dan tempat pengobatan yang sudah mengantongi izin resmi.

“Mamapraktik itu harus didefinisikan dengan benar, seseorang itu jika ingin mengatakan mamapraktik itu tidak sembarangan. Bahaya jika ada pasien dikit-dikit mengatakan malapraktik, semantaran sebelum melakukan tindakan dokter-dokter itu sudah mengantongi izin yang jelas,” kata Prambudi, Selasa (5/12).

Dirinya menghimbau, sebelum menuduh masyarakat harus memahami terlebih dahulu antara resiko medis dengan malapraktik. Dirinya menjelaskan, resko medis adalah reaksi dari sebuah penanganan, sementara kalau malapraktik ialah ketika klinik atau balai pengobatan beroprasi tanpa mengantongi izin, dan atau adanya praktek tindak penanganan namun tenaga medis tidak memiliki kopetensi dibidang tersebut.

“Seperti saya ini dokter ini, namun saya melakukan bedah. Nah itu malapraktik namanya. Masyarakat harus dijelaskan, tidak bisa jika tidak puas dengan pelayanan kemudian sembarangan menuduh malapraktik,” ujarnya.

Diketahui, sebelumnya klinik Skin Rachel dilaporkan Ny.Eliyana atas tuduhan dugaan malapraktik ke Mapolda Lampung. Pelaporan didasari lantaran adanya iritasi pada tangan kiri bagian atas Ny.Eliyana setelah melakukan perawatan feeling di klinik Skin Rachel.

Namun, tuduhan malapraktik tersebut langsung dibantah pihak klinik Skin Rachel. Bahkan Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) Cabang Bandar Lampung, Dr. M. Syafei Hamzah, Sp.KK, FINSDV menjelaskan, bahwa iritasi seperti yang dialami pelapor bisa saja terjadi karena reaksi cairan feeling yang menimbulkan sedikit kegatalan jika kondisi kulit tidak normal.

Salah satu praktisi kesehatan ini menduga, luka seperti itu kemungkinan bisa terjadi karena infeksi yang disebabkan dari sentuhan berlebih ketika terjadi reaksi seusai terkena cairan feeling.

“Mingkin ketika terjadi reaksi seusai melakukan feeling, terjadi sentuhan berlebihan seperti digaruk sehingga terjadi iritasi dan kemudian infeksi. Itu bisa saja terjadi,” kata Syarei Hamzah.

Ketika disinggung terkait keterangan dari dokter spesialis kulit dan saraf dari Jakarta yang ditunjukan pihak Ny.Eliyana kepada kepada awak media yang rencananya akan dijadikan sebagai bahan untuk memperkuat pengaduan ke Mapolda Lampung, Syafei Hamzah tampak tidak ingin menyikapinya secara serius.

Menurutnya, saat ini banyak klinik spesialis yang belum mengantongi izin resmi dan sudah beroprasi. Namun, menurut pandangannya, Skin Rachel merupakan klinik yang penangannya profesional dan dibekali dokter spesialis kulit yang memiliki keterampilan.

“Saya rasa kawan-kawan (wartawan,red) lebih tahu, kalau saat ini banyak sekali klinik yang entah izinnya bagaimana, namun bisa beroprasi karena dibackingi orang-orang besar,” terangnya.

Syafei Hamzah juga menambahkan, bila dirinya bersedia membantu aparat penegak hukum untuk memberikan penjelasan tentang dampak dan reaksi perawatan kulit terkait perkara tuduhan Malpraktek yang sedang ditangani Mapolda Lampung. (Septa Herian Palga)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar