Ingin Untung Banyak, Jalan Beton Pringsewu – Pardasuka Diduga Tidak Bertulang

Senin, 01 Oktober 2018
Terlihat pekerja proyek pembangunan jalan rigid (beton) Pringsewu - Pardasuka sedang mengeluarkan besi dowel ketika proses pengecoran. (Foto: ist)

Bandarlampung (Lampung Centre) – Pengerjaan pembangunan jalan rigid (beton) Pringsewu – Pardasuka yang diduga dikerjakan PT URM patut diperiksa aparat penegak hukum.

Pasalnya, proyek senilai Rp50 miliyar dari dana pinjaman PT SMI yang tertuang dalam ABPD Lampung tahun 2018 itu diduga banyak kecurangan yang dilakukan pihak rekanan. Diantaranya proses pembangunan diduga tidak menggunakan tulang (besi dowel).

Berdasarkan hasil pantauan di lokasi pekerjaan, sebelum cairan beton disiram ke atas lantai kerja, pihak perusahaan terlebih dahulu meletakan besi dowel dengan posisi tidak terikat untuk kemudian didokumentasikan. Setelah didokumentasi, kemudian para pekerja mengangkat kembali besi dan setelah itu barulah dilakukan pengecoran.

Menyikapi hal ini, Anggota DPRD Kabupaten Pringsewu Suryo Cahyo berpendapat, tindakan yang dilakukan pada pembangunan jalan belom Pringsewu-Pardasuka merupakan bagian dari tindakan pengurangan volume yang mengakibatkan minimnya kualitas hasil pekerjaan.

Dirinya juga mengaku, baru pertama kali melihat ada pengerjaan jalan digit yang tidak menggunakan besi sebagai tulang penyambung kontruksi beton.

“Kita memandang ini sangat miris, apalagi terlihat jelas ketika para pekerja sedang mengeluarkan besi pada proses pengecoran. Maka harus dibongkar kembali, karena tidak sesuai dengan harapan,” kata dia.

Sementara, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Lampung, Pahlia Ula ketika berita ini diturunkan belum bisa di konfirmasi untuk memberikan tanggapan. (Septa Herian Palga)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar