Ini Bentuk Aksi Damai Aliansi Pers dan Sikap Polda Lampung Soal Rakata Institute

Senin, 23 April 2018

Bandarlampung (Lampung Centre) – Dugaan pelecehan profesi jurnalis yang diduga dilakukan Direktur Eksekutif Rakata Institute Eko Kuswanto di jejaring sosial Facebook disikapi serius oleh puluhan wartawan yang tergabung dalam Aliansi Pers Peduli Demokrasi dengan menggelar aksi damai, Senin (23/4).

Aksi dimulai dari tugu Adipura Bandar Lampung sekitar pukul 10.00 pagi, kemudian dilanjutkan ke kantor Bawaslu Lampung dan terakhir melapor secara resmi ke Mapolda Lampung.

Di tugu Adipura, pimpinan organisasi profesi seperti PWI dan IWO serta para pimpinan redaksi bergantian menyampaikan orasi mengecam Direktur Eksekutif Rakata Institute Eko Kuswanto.

“Ini adalah bentuk-bentuk pencideraan jurnalis. Kita bukan amplop,” tugas Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan PWI Lampung, Juniardi, saat berorasi.

Setelah itu, aksi dibawah koordinator wartawan portal berita Suarapedia.com, Bowo Laksono, berlanjut ke Bawaslu Lampung di Jalan Morotai. Disana, setelah menyampaikan orasi singkat, perwakilan awak media langsung diterima ketua beserta komisioner Bawaslu untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan terkait masalah lembaga survei Rakata Institute.

“Untuk masalah Rakata Institute kami masih menunggu dari dewan etik KPU Lampung, bagaimana metode survei dan sumber pendanaannya. Kami meminta agar kawan-kawan media juga mengawasi dewan etik KPU agar tidak masuk angin,” kata Komisioner Bawaslu Adek Asy’ari didampingi Ketua Bawaslu Fatikatul Khoiriyah.

Sekitar pukul 13.00 wib, perwakilan wartawan tiba di Mapolda Lampung untuk melaporkan secara resmi Direktur Rakata Institute Eko Kuswanto. Namun, bukti awal yang dilampirkan Aliansi Pers belum diterima karena masih terdapat kekurangan.

Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Lampung, Wawan Sumarwan yang ikut mengawal sampai Mapolda Lampung sedikit kecewa terhadap sikap Polda Lampung yang terkesan menolak halus laporan wartawan atas dugaan pelecehan profesi.

“Sangat disayangkan sekali, tadi laporan rekan kita Erlan dari media Biinar.com seperti ditolak oleh Kasubdit II Dirkrimsus Polda Lampung,” kata Wawan.

Pemilik media online lingkarindonesia.com ini menjelaskan, mestinya setiap laporan dari warga negera yang mencari keadilan diterima terlebih dahulu oleh Polda Lampung. Bukan malah langsung memberikan kesimpulan.

Koordinator aksi Aliansi Pers Lampung Bowo Laksono mengatakan dirinya dan rekan-rekan wartawan yang melaporkan Eko Kuswanto juga mengaku sedikit kecewa dengan Polda Lampung.

Sementara, Kapolda Lampung Inspektur Jenderal Suntana meminta para jurnalis untuk melengkapi bukti permulaan, terkait pelaporan Direktur Rakata Institute Eko Kuswanto, atas dugaan membatasi kerja jurnalis, dan melecehkan profesi wartawan. “Perlu dicarikan bukti-bukti lainnya,” ujarnya kepada wartawan di Mapolda Lampung. (Septa Herian Palga)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar