Inspektorat Bisa Lapor Polda Lampung Soal Pemalsuan Tandatangan Surat Hearing

Rabu, 17 Oktober 2018
Gambar ilustrasi. (Sumber: ist)

Bandarlampung (Lampung Centre) – Jika kasus dugaan pemalsuan tandatangan Wakil Ketua DPRD Lampung Johan Sulaiman terdapat unsur pidana Pemerintah Provinsi Lampung juga ternyata bisa melaporkan persoalan tersebut kepada pihak berwajib.

Teori hukum itu diutarakan Akademisi Hukum Pidana dari Universitas Lampung (Unila) Dr. Eddy Rifai, S.H.,M.H.

“Kalau ada tindak pidananya, maka Inspektorat Lampung menyampaikan hasil laporan ke pihak kepolisian untuk penegakan hukumnya,” kata Eddy Rifai, Rabu (17/10).

Saat ini, pihak kepolisian bisa melakukan pemeriksaan sepanjang ada laporan pengaduan dari Inspektorat Lampung.

“Jika belum ada pelaporannya, maka kepolisian menunggu dari inspektorat. Jadi kita lihat dulu kalau ada unsur pidananya, maka hasilnya akan disampaikan ke pihak kepolisian juga untuk penegakan hukumnya,” ungkapnya.

Akan tetapi, jika hasil pemeriksaan itu nantinya hanya pelanggaran disiplin pegawai saja, maka sanksinya cukup dari Inspektporat saja, apakah itu sanksi berat, menengah ataupun ringan.

Sebelumnya, Kepala Inspektorat Lampung, Syaiful Dermawan membenarkan pihaknya memanggil tiga orang staf komisi I DPRD Lampung terkait persoalan pemalsuan tanda tangan tersebut.

“Iya sudah kita panggil untuk dilakukan pemeriksaan,” kata dia, Selasa (16/10).
Terkait sikap apa yang dilakukan, dia mengaku masih akan didalami terlebih dahulu hasil pemeriksaan tersebut. Tentunya dasarnya adalah PP 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan PP 11 tahun 2017 tentang Manajemen PNS.

“Sementara saya belum mendapatkan laporan dari Inspektur Pembantu (Irban). Yang jelas jika ada pelanggaran kita tindak sesuai dengan regulasi itu,” kata dia.

Sementara itu Inspektur Pembantu (Irban) Wil II Inspektorat Lampung Pahrina tidak mau merinci hasil pemeriksaan. “Masih proses pemeriksaan ya, tidak bisa kita ungkapkan dulu,”singkatnya. (Fs/red)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar